Lompat ke konten
Senin, 19 Oktober 2026
Breaking
HEADLINE NEWSINTERNASIONALNEWS

Mesir siap kerahkan pasukan bantu Arab Saudi

Gelar sidang darurat bahas opsi pengerahan militer

Manuella Julietta2 menit baca
Bagikan
Mesir siap kerahkan pasukan bantu Arab Saudi
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi berbicara dalam konferensi pers bersama Presiden Prabowo Subianto setelah pertemuan keduanya di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/26) yang lalu. (Courtesy Kompas.tv/AP Photo/Tatan Syuflana)

PRIORITAS, 19/10/26 (Kairo): Ada kabar, Parlemen Mesir menggelar sidang darurat pada Minggu (18/10/26) untuk membahas kemungkinan pengerahan pasukan militer guna mendukung Arab Saudi di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi Yaman.

Berdasarkan laporan surat kabar Al-Ahram, sidang luar biasa yang berlangsung di ibu kota administratif baru Mesir itu dipimpin Ketua Parlemen Hisham Badawi atas permintaan Presiden Abdel Fattah El-Sisi.

Sementara sehari sebelumnya, El-Sisi menegaskan kesiapan Mesir mengambil langkah apa pun yang diminta Arab Saudi untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasionalnya.

“Saya meminta parlemen untuk menggelar sidang darurat guna menyetujui langkah tersebut jika kita diminta melakukannya,” kata Al-Sisi seperti dikutip dari Antara, dilansir Kompas.tv.

Konstitusi Mesir

Namun, berdasarkan Pasal 152 Konstitusi Mesir, presiden selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata tidak dapat menyatakan perang atau mengerahkan pasukan militer untuk misi tempur di luar negeri tanpa mempertimbangkan rekomendasi Dewan Pertahanan Nasional dan memperoleh persetujuan dua pertiga anggota parlemen.

Adapun aturan internal parlemen juga mensyaratkan persetujuan melalui sidang darurat tertutup yang digelar atas permintaan presiden setelah berkonsultasi dengan Dewan Pertahanan Nasional.

Solidaritas penuh kepada Arab Saudi.

Namun, sebelum sidang parlemen berlangsung, Dewan Pertahanan Nasional yang dipimpin El-Sisi menyatakan solidaritas penuh kepada Arab Saudi.

Juga Dewan tersebut menjanjikan segala bentuk dukungan yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan stabilitas Arab Saudi, melindungi sumber daya serta keutuhan wilayahnya, dan menjaga situs-situs suci umat Islam.

Selanjutnya, Dewan Pertahanan Nasional menegaskan bahwa keamanan Arab Saudi berkaitan erat dengan keamanan nasional Mesir dan kawasan Arab secara keseluruhan.

Di samping itu, badan tersebut memutuskan untuk melanjutkan dan mengintensifkan upaya politik serta diplomatik bersama mitra regional dan internasional guna meredakan ketegangan dan mencari penyelesaian damai atas krisis yang berlangsung.

Ketegangan meningkat

Dilaporkan lagi, langkah Mesir tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman. Kelompok yang didukung Iran itu dan dicap kelompok teroris oleh Saudi, terus melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Arab.

Di pihak lain, koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional meningkatkan operasi militernya terhadap Houthi dalam beberapa hari terakhir.

Seperti Kompas.tv melansir, operasi tersebut mencakup serangan udara ke wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk ibu kota Yaman, Sanaa. Lantas, Houthi juga mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, termasuk dengan menargetkan fasilitas minyak dan gas. (P-*/man)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami