
Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya di depan 10 Downing Street di tengah tekanan politik yang memuncak usai kekalahan telak dalam pemilu lokal dan kemenangan besar Andy Burnham. (Courtesy: Getty Images)PRIORITAS, 22/6/26 (London): Kritik terhadap Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, kembali mencuat. Kali ini datang dari Richard Balfe, anggota Majelis Tinggi Parlemen Inggris dari Partai Konservatif, yang menilai Starmer mulai kehilangan dukungan politik.

Dalam pernyataannya kepada media Rusia, RIA Novosti, Balfe menyebut Starmer “kehabisan teman” di panggung politik Inggris. Ia mengakui bahwa Starmer cukup piawai dalam urusan luar negeri, namun dinilai lemah saat menghadapi persoalan domestik.
“Dia cukup baik dalam hubungan internasional, tetapi tidak mampu menangani isu-isu dalam negeri,” ujar Balfe.
Balfe juga menyoroti latar belakang Starmer sebagai pengacara hak asasi manusia sebelum terjun ke dunia politik. Menurutnya, pengalaman tersebut tidak cukup membantunya dalam mengelola kebijakan dalam negeri, yang justru dianggap banyak mengalami kegagalan.

Di tengah tekanan yang terus meningkat, Starmer sebelumnya mengumumkan akan mundur dari posisinya sebagai pemimpin Partai Buruh. Ia menyatakan bahwa proses pemilihan pemimpin baru akan dimulai pada 9 Juli dan ditargetkan selesai sebelum parlemen kembali aktif pada September mendatang.
Meski demikian, Starmer menegaskan akan tetap menjabat sebagai pemimpin partai hingga penggantinya resmi terpilih.
Tekanan terhadap Starmer sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa bulan terakhir. Sekitar 100 anggota parlemen dari Partai Buruh dilaporkan telah meminta dirinya mundur sejak Mei, menyusul hasil buruk dalam pemilihan lokal.
Situasi semakin memanas setelah rival politiknya, Wali Kota Manchester Andy Burnham, berhasil memenangkan kursi parlemen dalam pemilihan terbaru. Kemenangan tersebut dianggap memperkuat posisi lawan politik sekaligus memperlemah dukungan terhadap Starmer di internal partai.
Dengan kondisi ini, masa depan kepemimpinan Starmer di kancah politik Inggris kini menjadi sorotan, sekaligus membuka peluang perubahan besar di tubuh Partai Buruh. (P-Khalied M)

