Lompat ke konten
Selasa, 20 Oktober 2026
Breaking
DAERAHHUMANIORABencanaCuaca

Status siaga darurat di Barito Selatan: Ribuan titik panas berkobar, kualitas udara masuk kategori berbahaya

Herling Tumbel2 menit baca
Bagikan
Karhutla Barsel
Pemadaman Karhutla oleh tim terpadu Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, sebagai upaya meluasnya dampak kabut asap yang melanda wilayah tersebut. (Dok. Humas Polres Barsel)

PRIORITAS, 31/8/26 (Buntok, Kalteng): Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menetapkan status siaga darurat menyusul bencana kabut asap yang kian meluas. Kebakaran hutan serta lahan gambut dilaporkan telah menghanguskan ratusan hektar wilayah dalam beberapa pekan terakhir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat akumulasi sebanyak 2.037 titik panas sejak awal Januari hingga akhir Agustus 2026. Kecamatan Dusun Selatan dan Hilir terkonfirmasi mengalami kerusakan lingkungan paling parah.

Kepala pelaksana lembaga tersebut, Agus In'yulius, menjelaskan,  pengerahan personil gabungan terus dioptimalkan guna mengendalikan situasi lapangan.

"Seluruh unsur dibagi tugas untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan dengan menggunakan peralatan yang tersedia, baik dari damkar maupun instansi lainnya," terangnya menjawab Beritaprioritas.com melalui pesan singkat Senin (31/8/26) malam.

Agus menambahkan, salah satu aksi penjinakan api darurat berlangsung di Desa Madara pada pertengahan Agustus lalu. Tim Reaksi Cepat dikerahkan menuju lokasi koordinat 1.595018° mulai pukul 12:00 WIB, siang, waktu setempat hingga jam sembilan malam demi melokalisir rambatan bara.

Ancaman kesehatan nyata

Dikatakan, dampak ekologis menimbulkan polusi atmosfer sangat mengkhawatirkan publik setempat. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Selatan merilis data grafik pemantauan kualitas udara stasiun Sanggu guna mengukur tingkat kebersihan alam sekitar.

Kepada Beritaprioritas.com yang menghubungi melalui pesan singkat pada Senin (31/8/26) malam, Kepala Bidang Pengendali Pencemaran sekaligus Kerusakan Alam (PPKL) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Selatan, Resti Teluni, menjelaskan tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat.

Kolaborasi pelayanan medis

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Dadang, membenarkan terjadinya lonjakan signifikan penderita gangguan respirasi akibat paparan asap pekat menyelimuti seluruh daerah secara merata.

"Terjadi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut, dan juga yang berat seperti Pneumonia," ungkapnya saat dikonfirmasi jurnalis Beritaprioritas.com, Senin (31/8/26).

Guna mengantisipasi dampak buruk tersebut, imbu Dadang, RSUD Jaraga Sasameh bersama dua belas puskesmas berkolaborasi menyediakan layanan darurat. Pemerintah daerah mendirikan fasilitas Rumah Oksigen bagi warga yang membutuhkan penanganan respirasi segera di Jalan Pembangunan Buntok.

“Pihak dinkes juga memastikan pasokan obat-obatan beserta peralatan medis pendukung masih dalam kondisi aman. Penyaluran logistik menuju posko kesehatan terus berjalan lancar guna mengantisipasi penambahan jumlah pasien beberapa hari ke depan” tandasnya. (P-Ahmad Arbani)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami