PRIORITAS, 8/10/26 (Buntok, Kalteng): Sistem Interkoneksi Kalimantan saat ini berada dalam status siaga-defisit daya. Kondisi tersebut menjadi pemicu pemadaman listrik bergilir di wilayah kerja PLN ULP Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah pada Kamis (8/10/26) malam.
Manager PLN ULP Buntok, Vivin Aprianor, saat dikonfirmasi Beritaprioritas.com, melalui telepon seluler, Kamis (8/10/26), menjelaskan defisit dipicu gangguan teknis pada sejumlah pembangkit Independent Power Producer (IPP) berkapasitas besar di Kalimantan Timur yang menjadi penopang utama suplai sistem interkoneksi.
"Saat ini Sistem Interkoneksi Kalimantan masih siaga-defisit karena ada gangguan di beberapa pembangkit IPP besar di Kaltim," kata Vivin.
Status pembangkit terkini
Dikatakannya, pembangkit yang telah beroperasi kembali pasca-gangguan yakni PLTU Teluk Balikpapan (110 MW), PLTMG Bangkanai Kalteng (140 MW), serta Excess Power PLTU Kaltim Prima Coal (KPC).
Sementara dua pembangkit masih dalam proses pemulihan, yakni IPP PLTGU Senipah yang mengalami gangguan Low Pressure Turbine sehingga hanya beroperasi 36 MW dari kapasitas 117 MW, dan IPP PLTU Indoeka yang mengalami gangguan Turbine Bearing dan baru beroperasi 166 MW dari 200 MW.
Pemadaman di 4 kecamatan
Ia menambahkan, dampak dari defisit tersebut, PLN melakukan penghentian sementara aliran listrik di Barito Selatan pada pukul 21.00-23.00 WIB. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Gunung Bintang Awai (13 desa), Dusun Selatan (5 desa termasuk kawasan Polres Barsel), Dusun Utara (15 desa), Karau Kuala (2 desa), serta sebagian besar Kelurahan Buntok Kota dan Hilir Sper.
Prioritaskan rumah sakit dan fasilitas publik
Vivin menjelaskan, dalam menghadapi defisit, PLN memprioritaskan pasokan untuk masyarakat umum dan fasilitas krusial.
Upaya yang dilakukan yakni menjaga keandalan pasokan untuk rumah sakit, fasilitas kesehatan 24 jam, bandara, AirNav, serta memasang 77 unit genset mobile dengan total kapasitas 4,5 MW di lokasi prioritas. PLN juga menyalurkan 6.000 lampu emergency ke rumah ibadah.
Untuk menutup defisit secara bertahap, PLN menambah pembangkit sewa Tahap I sebesar 158 MW yang ditargetkan operasi September-November 2026, dan Tahap II sebesar 120 MW pada Desember 2026.
Soal kompensasi pelanggan
Terkait kompensasi bagi pelanggan terdampak pemadaman, Vivin memastikan PLN akan melaksanakannya sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025.
"Saat ini kami sedang melakukan pengolahan, perhitungan, dan verifikasi data pelanggan terdampak. Karena mencakup sebagian besar wilayah Kalselteng, prosesnya dilakukan cermat agar tepat sasaran dan sesuai regulasi. Pelaksanaannya akan bertahap seiring koordinasi intensif dengan Kementerian ESDM," ujar Vivin.
PLN pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan mengimbau warga menggunakan listrik bijak pada beban puncak pukul 17.00-20.00 WIB. (P-Ahmad Arbani).








