Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan didampingi Gubernur Sulut Yulius Selvanus, saat memberikan bantuan pangan di Gedung Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Kamis (8/10/26)
PRIORITAS, 8/10/26 (Manado): Meski situasi pangan global masih menghadapi gejolak, Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko) Zulkifli Hasan pastikan ketersediaan pangan nasional kondisi aman hingga tahun depan.
Menko Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut stok beras pemerintah saat ini mencapai lebih dari 4 juta ton. Selain beras, ia memastikan ketersediaan telur ayam dan ikan juga mencukupi.
“Stok beras kita cukup, 4 juta lebih. Telur ayam cukup, ikan cukup. Jadi pangan aman, ya. Sampai tahun depan insya Allah aman,” kata Zulhas saat memberikan bantuan pangan di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Kamis (8/10/26).
Hasil kerja pusat dan daerah
Menurut Zulhas, kondisi tersebut merupakan hasil kerja pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dalam menjaga pasokan pangan.
“Walaupun ada gejolak dunia, pangan Indonesia aman,” ujarnya seperti dikutip RRI.co.Id
Untuk menjaga harga beras tetap terjangkau, pemerintah juga telah menyalurkan 1 juta ton beras SPHP melalui Perum Bulog ke pasar-pasar tradisional.
Harga beras Rp12.500 per kilogram
Beras tersebut dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram. Zulhas mengatakan masyarakat dapat membeli beras SPHP ketika harga beras di pasar mengalami kenaikan.
“Beras SPHP harganya Rp12.500, kita akan sebar sebanyak 1 juta ton, itu sudah disebar,” katanya.
Pemerintah juga melakukan intervensi pada komoditas yang berkaitan dengan kebutuhan pangan lainnya. Zulhas mengatakan Bulog melelang 150 ribu ton jagung untuk membantu pelaku UMKM pakan ternak.
Kebijakan ini dilakukan karena musim kemarau berpotensi mendorong kenaikan harga jagung yang kemudian berdampak pada biaya pakan ayam, termasuk ayam pedaging dan ayam petelur.
“Bulog juga melelang 150 ribu ton untuk UMKM pakan ternak,” ujar Zulhas.
Sementara untuk menjaga harga bahan baku tepung, pemerintah juga menyiapkan lelang 380 ribu ton beras yang telah berusia sekitar satu tahun untuk kebutuhan tepung.
“Kita juga lelang 380 ribu ton beras yang sudah setahun umurnya untuk tepung, sehingga tepung juga nanti harganya enggak naik,” katanya.
Pemerintah tetap beri bantuan pangan
Di sisi lain, pemerintah tetap menyalurkan bantuan pangan kepada 33,2 juta penerima yang masuk desil 1 hingga desil 4. Masing-masing penerima memperoleh bantuan 30 kilogram beras untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Bantuan tersebut diberikan secara sekaligus.
Zulhas mengatakan kebijakan tersebut diharapkan membuat masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi kebutuhan pangan di tengah musim kemarau (P-*/wr).








