PRIORITAS, 7/10/26 (Tangerang): Program Sekolah Lansia yang digagas Pemkot Tangerang, Provinsi Banten wisudah 405 lulusan.
Menurut Wali Kota Tangerang Sachrudin, keberadaan Sekolah Lansia merupakan wujud nyata komitmen Pemkot Tangerang dalam merangkul seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kota.
"Kota ini adalah rumah kita yang perlu kita jaga dan rawat. Lansia memiliki pengalaman yang sangat luar biasa. Melalui Sekolah Lansia, pengalaman tersebut terus dikembangkan agar dapat ditularkan kepada generasi muda, mulai dari membina diri sendiri, keluarga hingga lingkungan," katanya di Tangerang, Rabu.
Bahkan Wali Kota juga mengatakan, semakin panjang usia yang dijalani masyarakat, semakin penting pula memastikan setiap tahapan kehidupan dapat dilalui dengan sehat, aktif, mandiri, dan bermakna.
Dikatakannya, hal tersebut sejalan dengan meningkatnya Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Kota Tangerang. Pada 2024, AHH tercatat 75,50 tahun dan meningkat menjadi 75,83 tahun pada 2025.
“Angka harapan hidup yang terus meningkat tentu menjadi kabar baik. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana tambahan usia tersebut diisi dengan kesehatan, aktivitas, kemandirian, dan kualitas hidup yang baik. Di sinilah perhatian kita kepada para lansia menjadi penting,” katanya.
Dikatakan Sachrudin, Sekolah Lansia menjadi salah satu ruang yang disiapkan untuk mendukung hal tersebut. Program ini tidak hanya menjadi tempat menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong para lansia agar tetap aktif, produktif, dan memiliki peran dalam kehidupan sosial.
“Sekolah Lansia bukan hanya tempat untuk menambah pengetahuan. Ini adalah ruang untuk mempersiapkan masa lanjut usia agar tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bermartabat. Lansia tangguh adalah mereka yang tetap aktif menjalani hari, mandiri dalam keseharian, dan produktif sesuai kemampuan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Bencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Tihar Sopian menjelaskan, program ini merupakan bagian dari pembinaan Bina Keluarga Lansia (BKL) yang tersebar di 13 kecamatan se-Kota Tangerang. Masing-masing kecamatan memiliki satu sekolah dengan kuota 30 siswa.
"Para siswa menerima kurikulum berbasis tujuh dimensi kehidupan, meliputi dimensi intelektual, emosional, fisik hingga spiritual. Kami juga bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan yang rutin melakukan cek kesehatan," katanya.
Ditambahkannya, para lulusan jenjang Standar 1 (S1) dapat melanjutkan ke jenjang S2 hingga S3 dengan kurikulum yang makin berkembang. Pada tingkat S3, para lulusan difokuskan untuk menggerakkan dan mengajak masyarakat di lingkungannya agar aktif dalam kegiatan positif serta mendapatkan sertifikat resmi yang ditandatangani oleh Wali Kota Tangerang dan BKKBN.
"Harapan kita tentu menjadi lansia yang mandiri, sehat dan berguna. Bahkan untuk tingkat S3, bukan lagi sekadar bersekolah, tetapi mereka menggerakkan dan mengajak orang-orang di sekitarnya untuk melakukan kegiatan positif sehingga seluruhnya menjadi lansia yang berprestasi," ujarnya.
Sementara itu, kebahagiaan dan rasa syukur turut dirasakan oleh para peserta wisuda, salah satunya Tuti Yulianti (63), wisudawati asal Kecamatan Periuk. Ia mengaku mendapatkan banyak manfaat selama mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Lansia.
"Kami semua sangat bahagia, senang dan bersemangat. Melalui Sekolah Lansia, kami bisa bersilaturahmi dengan sesama lansia, bertambah wawasan, serta meningkatkan rasa percaya diri. Pesan saya untuk lansia lainnya, tetap semangat, selalu aktif, sehat dan jalin masa depan dengan bahagia," ujarnya.(P-*/am)








