Satgas MBG: Tujuh SPPG Sampang berhenti beroperasi karena kekurangan modal

Zamir Ambia
Selasa, 6 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 6/1/26 (Jakarta): Sekretaris Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Sudarmanto menyampaikan tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasional sehingga distribusi makanan ke sekolah terhenti.

“Jumlah SPPG yang berhenti beroperasi ini sesuai dengan laporan tim Satgas MBG di lapangan yang kami terima hari ini,” katanya dalam keterangan pers yang disampaikan kepada media di Sampang, Jawa Timur, Selasa (6/1/26).

Ia menjelaskan, sejak program tersebut diluncurkan terdapat 81 SPPG di Kabupaten Sampang. Namun, per 6 Januari 2026, jumlah unit aktif berkurang menjadi 74 SPPG.

Kekurangan modal dari BGN

Menurut Sudarmanto, tujuh SPPG menghentikan operasional lantaran kekurangan modal setelah anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum juga dicairkan.

“Kami dari Satgas MBG Pemkab Sampang telah menyampaikan ke sekolah-sekolah yang menjadi sasaran distribusi MBG tujuh SPPG yang menyatakan berhenti, karena kekurangan dana,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Satgas MBG Pemkab Sampang telah melaporkan persoalan tersebut kepada Kodim 0828 Sampang, Badan Gizi Nasional (BGN), serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Operasional dapur MBG di Sampang ini kan dijalankan dengan menggunakan dana mandiri pengelola. Keterbatasan modal tentu menjadi pemicu utama macetnya operasional tujuh SPPG ini,” ujarnya.

Sudarmanto menerangkan, pencairan pembayaran dari pemerintah pusat tidak dilakukan di awal pelaksanaan program, melainkan setelah program tersebut berjalan.

‎”Ketentuan pokok penyelenggara harus memenuhi syarat formal dan administratif. Kalau tidak memenuhi syarat, dananya tidak bisa dicairkan,” imbuhnya.

Mengalihkan ke SPPG lain

Untuk mengatasi keberlangsungan distribusi makanan, saat ini Satgas MBG Pemkab Sampang berupaya mengalihkan ke sejumlah SPPG lain, sehingga distribusi makanan ke sekolah yang menjadi sasaran tujuh SPPG tetap berlangsung.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat rentan (anak-anak, ibu hamil, dan lansia), menekan angka stunting dan gizi buruk, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan melibatkan petani dan UMKM.

Program ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas serta meningkatkan kualitas pendidikan dengan membuat anak lebih fokus belajar. Program ini juga merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul dan mandiri, serta mengurangi beban pengeluaran keluarga. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025