
Manajer DRX World Legends Ronaldo Nazario. (Ilustrasi AI/Ist)PRIORITAS, 19/4/2026 (Jakarta): Siapa sangka? Sekitar 30 tahun lalu, seorang remaja 19 tahun datang ke Indonesia tanpa banyak sorotan. Kini, ia kembali sebagai legenda dunia: Ronaldo Nazário.

Kunjungan kali ini bukan sekadar nostalgia. Ronaldo membuka kembali memori lama saat pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia pada 1996—momen yang kini jadi kisah klasik sepak bola tanah air.
Saat itu, ia datang bersama PSV Eindhoven sebagai pemain muda berbakat. Namanya belum sebesar sekarang, belum dijuluki “O Fenômeno”. Namun bakatnya sudah mulai mencuri perhatian dunia.
Menariknya, Ronaldo tidak tampil di semua laga. Ia justru baru turun saat menghadapi Persma Manado—dan dari situlah kisahnya di Indonesia mulai dikenang hingga sekarang.

Kini, setelah hampir tiga dekade, ia kembali—bukan lagi sebagai pemain, melainkan pelatih dalam laga ekshibisi internasional.
“Saya masih ingat ketika datang ke sini bersama PSV… sangat menyenangkan bisa kembali,” ungkapnya dalam konferensi pers.
Yang paling membekas bagi Ronaldo? Bukan hanya pertandingan, tapi antusiasme luar biasa publik Indonesia.
Ia mengaku langsung merasakan sambutan hangat sejak tiba di bandara hingga hotel—bukti bahwa gairah sepak bola di Indonesia tak pernah padam.
Dulu, tak banyak yang menyangka remaja itu akan menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Kini, sejarah membuktikan: dari Manado, lahirlah salah satu legenda terbesar sepak bola dunia.(P-Sem)

