Menkeu: Arus modal asing yang masuk mencapai Rp140,7 triliun

Armin Mandika
Rabu, 23 September 2026
EKBIS 0 36
2 menit membaca

PRIORITAS, 23/9/26 (Jakarta): Terjadi aliran arus modal asing masuk (capital inflow) ke Indonesia senilai Rp140,7 triliun per 14 September 2026. Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara.


Menurut Menkeu Suahasil, tren itu menunjukkan perbaikan, setelah terjadinya tren arus modal keluar (capital outflow) beberapa bulan sebelumnya.

“Jika beberapa bulan lalu kita masih melihat aliran modal keluar, di beberapa waktu terakhir kelihatan mulai masuk,” ungkap Suahasil dalam kegiatan ANTARA Business Forum (ABF), di Jakarta, Rabu (23/9/25).

Selanjunya Menkeu merinci aliran modal asing masuk itu terutama terjadi melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).


“Hingga 14 September, minggu yang lalu, akumulasi aliran modal masuk itu Rp140,7 triliun, lewat SBN dan SRBI,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Suahasil, tren itu menunjukkan bahwa investor global mulai memiliki persepsi yang positif terhadap Indonesia. Terlebih, di tengah perekonomian dunia yang tengah mengalami turbulensi. “Inilah satu pengelolaan ekonomi makro yang harus kita jaga,” harapnya.

Strategi fiskal

Bahkan Menkeu mengaku telah menyiapkan tiga strategi fiskal untuk memperkuat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Dimana yang pertama, mengoptimalkan pengumpulan penerimaan negara serta meningkatkan rasio pajak (tax ratio).

Untuk strategi itu diwujudkan melalui upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak, memperluas basis pajak, serta memastikan implementasi Coretax berjalan secara efektif.

Bahkan ke depan, pemerintah juga akan terus menyelaraskan sistem perpajakan dengan perkembangan global dan ekonomi digital, serta mengoptimalkan penerimaan dari berbagai sumber.

Kemudian kedua, meningkatkan kualitas belanja. Menkeu Suahasil menggarisbawahi bahwa APBN juga harus mempertajam belanja dengan meningkatkan efisiensi serta ketepatan sasaran belanja.

Kemudian aspek lain yang juga menjadi perhatian yaitu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah melalui harmonisasi kebijakan.

Yang terakhir, pembiayaan inovatif. Ketika APBN didesain untuk terus ekspansif, maka Suahasil mengatakan, pembiayaan juga harus dilakukan dengan makin inovatif.

“Kami mengeluarkan berbagai macam pembiayaan yang lebih inovatif supaya bisa berperan menjaga kesehatan APBN,” ujarnya.(P-*/am)

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan