Asap mengepul di atas landasan pacu setelah pesawat tempur Israel mengebom pangkalan militer Suriah di Abu al-Duhur di Idlib, hari Selasa. (x/marionawfal)PRIORITAS, 18/8/26 (Damaskus): Pesawat tempur Israel menyerang pangkalan udara militer Suriah, hari Selasa.
Empat pesawat melakukan delapan kali serangan dengan melontarkan bom yang menghancurkan landasan pacu dan fasilitas penyimpanan di lapangan terbang Abu al-Duhur di Idlib.
Ini pertamakali Israel melakukan serangan yang tidak biasa dan jauh ke dalam wilayah Suriah.
Informasi dari Suriah menyebutkan serangan Israel itu terjadi setelah dilaporkan adanya kunjungan delegasi militer Turki ke lokasi tersebut.
Pangkalan itu terletak hanya sekitar 70 kilometer dari perbatasan Turki.
Menurut seorang pejabat yang mengetahui detailnya mengatakan kepada The Jerusalem Post, Israel telah berbagi intelijen sensitif itu dengan AS sebelum serangan itu.
Israel sudah memberikan informasi kepada AS mengenai upaya Suriah untuk meningkatkan kemampuan militernya.
Informasi tersebut juga telah diteruskan “di tingkat tertinggi dari berbagai lembaga dan badan” di kedua negara.
Pejabat itu juga mengirimkan pesan kepada Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa, dengan mengatakan: “Dia mengerti bahwa dia tidak dapat beroperasi seperti rezim Suriah sebelumnya”.
Meski begitu, serangan itu memicu kritik dari utusan khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack.
Ia mengatakan sangat prihatin dan menggambarkan serangan itu sebagai “eskalasi yang tidak perlu.”
Instalasi militer penting
Pangkalan tersebut dianggap sebagai salah satu instalasi militer paling penting di Suriah utara di bawah rezim sebelumnya.
Pangkalan militer tersebut berpindah tangan beberapa kali selama perang saudara Suriah.
Pada tahun 2015, pasukan pemberontak merebutnya setelah pengepungan yang berkepanjangan.
Pada awal tahun 2018 pangkalan tersebut kembali berada di bawah kendali pasukan yang setia kepada rezim Bashar al-Assad.
Pada November 2024, pasukan pemberontak merebutnya kembali selama serangan yang akhirnya menyebabkan runtuhnya rezim Assad.
Sejak jatuhnya Assad, wilayah tersebut berada di bawah kendali pemerintahan baru Suriah, yang dipimpin oleh Ahmed al-Sharaa.
Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani menuduh Israel bertanggung jawab atas serangan itu.
“Kami mengutuk agresi Israel, yang merupakan provokasi yang tidak dapat dibenarkan, pelanggaran kedaulatan Suriah, dan ancaman langsung terhadap stabilitas regional dan internasional,” kata al-Shaibani.
Turki juga mengutuk keras serangan Israel terhadap pangkalan udara Abu al-Duhur, menuduh Israel melanggar hukum internasional dan mendesak tanggapan internasional yang lebih tegas. (P-*/jw)