
Kapolda Maluku melakukan audiensi dengan pimpinan Universitas Muhammadiyah di Mapolda Maluku, Ambon. ‘Courtesy’ Antara/Winda Herman)PRIORITAS, 8/8/26 (Ambon): Polda Maluku menyiapkan gebrakan baru untuk meningkatkan kualitas generasi muda. Kepolisian menggagas gerakan pembelajaran bahasa Inggris secara berkelanjutan di Maluku.
Program tersebut tidak sekadar menyasar kemampuan berbahasa. Polda juga ingin membangun budaya literasi dan memperluas akses pendidikan bagi generasi muda hingga ke desa.
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menyampaikan gagasan itu saat menerima audiensi pimpinan Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) di Mapolda Maluku, Ambon.

Dadang mengatakan kemampuan bahasa Inggris menjadi modal penting menghadapi persaingan global. Karena itu, pembelajaran perlu berlangsung secara berkelanjutan.
Polda Maluku bahkan membuka peluang mengembangkan konsep “Kampung Inggris” di wilayah Maluku.
Konsep tersebut dapat menjadi ruang belajar bersama bagi generasi muda. Mereka tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kedisiplinan.
“Ke depan lahir Gerakan Pembelajaran Bahasa Inggris yang berkelanjutan di Maluku,” kata Dadang.
Polda Maluku juga mendorong penguatan budaya literasi. Dadang menilai literasi menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Menurut dia, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga membantu generasi muda membangun pola pikir kritis.
Karena itu, perguruan tinggi didorong mengambil peran lebih besar. Kampus dapat mengembangkan taman bacaan dan komunitas literasi.
Program pengabdian masyarakat juga dapat diarahkan untuk mendampingi pelajar di desa. Dengan cara itu, akses pendidikan tidak hanya terpusat di perkotaan.
Dadang menilai pembangunan sumber daya manusia memiliki hubungan erat dengan keamanan. Masyarakat yang berpendidikan dan berkarakter kuat dapat memperkuat stabilitas sosial.
“Keamanan adalah prasyarat pembangunan, tetapi pembangunan manusia adalah fondasi utama keamanan itu sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan daerah. Generasi muda perlu mendapat ruang untuk berkembang dan menghadapi tantangan masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UM Maluku Prof. Faris Al-Fadhat menyampaikan perkembangan kampusnya. Menurutnya, dalam satu tahun terakhir, UM Maluku meningkatkan jumlah program studi dari lima menjadi 10. Kampus itu juga menargetkan penambahan satu program studi dalam waktu dekat.
UM Maluku menargetkan jumlah program studi mencapai 15 pada 2027.
Faris turut mengundang Kapolda Maluku memberikan kuliah umum dan kuliah kebangsaan di kampus tersebut.
Kegiatan itu diharapkan memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, serta kepemimpinan mahasiswa.
Melansir Antara News, Gerakan bahasa Inggris dan literasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kualitas generasi muda Maluku. Program itu sekaligus membuka peluang mereka bersaing di tingkat nasional dan global. (P-sm)

