Menlu RI bertemu Duta Besar Negara Teluk dan Yordania bahas perkembangan situasi Timur Tengah. (dok. Kemlu RI)Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI terkait situasi di Lebanon dan UNIFIL
PRIORITAS, 15/3/2026 (Jakarta): Pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman keras atas serangan militer Israel di wilayah Lebanon Selatan, yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Serangan tersebut juga dianggap bertentangan dengan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang mengamanatkan penghentian permusuhan serta menjaga stabilitas di kawasan perbatasan Lebanon–Israel.
Melalui pernyataan resmi, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa setiap tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan warga sipil dan memperburuk eskalasi konflik harus segera dihentikan. Indonesia juga kembali menyerukan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan terhadap masyarakat sipil, serta upaya diplomasi untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian.
Dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, kemlu.go.id, Minggu (15/3/2025) disebutkan, pemerintah Indonesia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan di Lebanon, khususnya di Beirut dan sepanjang garis demarkasi Blue Line di Lebanon selatan, serta atas serangan terhadap pos UNIFIL yang telah menyebabkan luka pada sejumlah personel pemelihara perdamaian.
“Indonesia menegaskan tanggung jawab seluruh pihak di bawah hukum internasional untuk menjamin keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB,” sebut seruan pada portal Kemlu tersebut.
Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat perkembangan situasi serta dampaknya terhadap Kontingen Garuda yang bertugas di UNIFIL, dan memastikan bahwa keselamatan dan keamanan personel pasukan pemelihara perdamaian menjadi prioritas utama dalam situasi saat ini.
Pemerintah Indonesia menyampaikan penghargaan atas integritas, profesionalisme dan dedikasi Kontingen Garuda bersama UNIFIL dalam menjalankan mandatnya untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di Lebanon selatan, dan berharap agar seluruh Kontingen Garuda diberikan keselamatan dalam menjalankan tugasnya. (P-*/bwl)