Perayaan Nyepi dan Idul Fitri beriringan, Pemkot Manado tekankan penguatan toleransi

Wolter Rumapar
Kamis, 19 Maret 2026
DAERAH 0 302
2 menit membaca

PRIORITAS, 19/3/26 (Manado): Seiring dengan momentum perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka yang beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri tahun ini, Pemerintah Kota Manado mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, saat menghadiri langsung rangkaian upacara suci Tawur Agung Kesanga yang dilaksanakan di Lapangan Sparta Tikala, Rabu (18/03/26). Perayaan Nyepi Tahun 2026 mengusung tema nasional “Vasudaiva Kutubakam : Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmony Indonesia Maju,”yang menegaskan pentingnya persaudaraan universal serta harmoni dalam keberagaman sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi ini diawali dengan persiapan sejak Selasa (17/03/26). Pada hari pelaksanaan, rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan persiapan ogoh-ogoh, pengecekan akhir, hingga prosesi utama Tawur Agung Kesanga yang diiringi kidung suci serta tarian Rejang Renteng.

Acara kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Pinandita Jero Gede (Purn) Kompol Nyoman Sukra, serta Dharmawacana oleh Ketua Paruman Walaka PHDI Kota Manado. Rangkaian kegiatan turut diisi dengan sambutan Pemerintah Kota Manado dan laporan panitia, hingga pelepasan pawai ogoh-ogoh yang berlangsung meriah.
Wali Kota Manado, Wakil Wali Kota dr.

Richard Sualang menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang akan merayakan Hari Raya Nyepi serta apresiasi atas pelaksanaan seluruh rangkaian ritual keagamaan yang berlangsung dengan tertib dan khidmat. “Tema Nyepi tahun ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat kita. Satu Bumi, Satu Keluarga, menjadi pengingat bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan untuk membangun kebersamaan,” ujar Sualang.

Ia menegaskan bahwa keberagaman di Kota Manado merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan dirawat bersama. Kehidupan harmonis antarumat beragama yang telah terbangun selama ini menjadi modal utama dalam pembangunan daerah.

Momentum tahun ini, lanjutnya, memiliki makna khusus karena Hari Raya Nyepi yang identik dengan keheningan dan refleksi diri berlangsung berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri, yang menjadi puncak perayaan umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Wali Kota Manado yang dinilai sebagai bentuk perhatian dan dukungan nyata pemerintah terhadap umat Hindu di Kota Manado. Ia menjelaskan bahwa rangkaian Hari Raya Nyepi telah dilaksanakan sejak beberapa waktu lalu, termasuk kegiatan bakti sosial dan ritual Melasti. Dikutip dari pionnews.com, turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat Pemerintah Kota Manado, di antaranya Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, serta para tokoh lintas agama. (P-*/wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025