
Eric Dajoh, Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Kebudayaan. (P-Istimewa)PRIORITAS, 10/8/26 (Tomohon): Festival Wanua Woloan jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendorong festival budaya tersebut berkembang menjadi ekosistem budaya yang berkelanjutan sekaligus magnet pariwisata di Kota Tomohon.
Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Seni dan Budaya, Eric Dajoh, mengatakan Festival Wanua Woloan memiliki potensi besar untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurut Eric, penyelenggara perlu menjaga kesinambungan festival agar kegiatan tersebut tidak hanya ramai ketika berlangsung. Festival harus memiliki keberlanjutan dan terus hadir setiap tahun dengan konsep yang semakin menarik.
“Festival Wanua Woloan ini jangan hanya menjadi suatu event, melainkan harus menjadi ekosistem yang harus dijaga dan dilaksanakan setiap tahun,” ujar Eric.


Salah satu aktraksi budaya pada Festival Wanua Woloan. (P-Istimewa)
Eric menilai kebudayaan memiliki peran penting dalam membentuk harga diri dan jati diri masyarakat. Karena itu, berbagai kegiatan yang mengangkat tradisi dan warisan budaya perlu mendapat perhatian serius.
Ia menyebut festival ini menjadi salah satu ruang penting untuk menjaga warisan budaya yang telah tumbuh di tengah masyarakat.
“Festival Woloan ini juga bermanfaat untuk menjaga warisan-warisan budaya. Kebudayaan itu yang menjadi pondasi untuk membentuk harga diri dan jati diri kita,” katanya.
Menurut Eric, penguatan festival juga dapat membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan budaya Woloan kepada wisatawan. Karena itu, ia menyarankan penyelenggara membuat kemasan festival lebih meriah dan menarik pada tahun mendatang.
Kemasan acara yang semakin atraktif, kata Eric, dapat memperluas jangkauan Festival Woloan. Masyarakat tidak hanya datang untuk menyaksikan pertunjukan budaya, tetapi juga dapat mengenal berbagai warisan tradisi yang wanua Woloan.
Eric memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan dukungan terhadap keberlanjutan festival tersebut.
“Pemerintah provinsi sangat support dan pastinya mendukung,” ujarnya.
Ia mengharapkan dukungan pemerintah provinsi untuk memperkuat festival ini. Sebab, festival seperti ini merupakan salah satu agenda budaya dan pariwisata yang memiliki daya tarik bagi wisatawan.
Eric bahkan mendorong Festival Wanua Woloan masuk dalam kalender kegiatan pariwisata dan kebudayaan Sulawesi Utara.
Langkah tersebut dinilai dapat membuat festival lebih terencana dan dikenal lebih luas. Kehadiran festival dalam kalender resmi juga berpotensi meningkatkan minat masyarakat dan wisatawan untuk datang ke Woloan.
“Harapannya kegiatan ini bisa dimasukkan dalam kalender kegiatan atau agenda pariwisata dan kebudayaan, agar lebih banyak orang yang akan menikmati dan mengapresiasi festival ini,” pungkasnya.
Jika terealisasi, Festival Wanua Woloan bukan lagi sekadar agenda tahunan. Festival tersebut berpeluang menjadi salah satu panggung utama untuk merawat identitas budaya sekaligus menggerakkan potensi pariwisata di Sulawesi Utara. (P-sm)


