AS akan bombardir habis-habisan pantai Iran untuk buka Selat Hormuz

Jeffry Wuisan
Sabtu, 14 Maret 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 14/3/26 (Washington): Militer Amerika Serikat (AS) akan membombardir habis-habisan garis pertahanan pantai Iran di Teluk Persia,  untuk membuka jalur kapal-kapal tanker minyak dan kargo di Selat Hormuz, yang coba diblokir Iran.

“Amerika Serikat akan membombardir garis pantai secara besar-besaran, dan terus menembak kapal-kapal Iran. Dengan satu atau lain cara, kita akan segera membuka, mengamankan, dan membebaskan Selat Hormuz”, tegas Presiden AS, Donald Trump, seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Sabtu (14/3/26).

Menurut pengumumannya, serangan tersebut difokuskan pada target militer di pulau itu dan menghindari instalasi minyak.

Presiden Trump juga mencatat banyak negara akan mengirimkan kapal perang untuk menjaga agar Selat Hormuz tetap terbuka, tetapi tidak menyebutkan negara mana saja yang akan melakukannya.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan dia berharap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain akan mengirimkan kapal perang ke wilayah tersebut bersama dengan Amerika Serikat, untuk menjaga agar selat tersebut tetap terbuka dan aman.

Dalam sebuah pernyataan kepada media pemerintah Iran, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan Selat Hormuz hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal musuh serta sekutu mereka.

Araghchi selanjutnya bersumpah Iran akan menyerang fasilitas perusahaan-perusahaan AS di wilayah tersebut, jika infrastruktur energinya menjadi sasaran.

Ia mencatat rezim Iran akan bertindak dengan hati-hati untuk menghindari penargetan daerah-daerah berpenduduk.

 

Serangan ke Kharg

Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyerang Pulau Kharg, salah satu terminal minyak utama Iran, demikian diumumkan Presiden AS Donald Trump seperti dilaporkan The Jerusalem Post.

“Beberapa saat yang lalu, atas arahan saya, Komando Pusat Amerika Serikat melancarkan salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, dan benar-benar menghancurkan setiap target militer di permata mahkota Iran, Pulau Kharg,” kata Trump.

Trump menyatakan, serangan tersebut difokuskan pada target militer di pulau itu dan menghindari instalasi minyak, yang menyediakan jalur keluar laut untuk hampir 90% ekspor minyak Iran.

“Senjata kita adalah yang paling ampuh dan canggih yang pernah dikenal dunia, tetapi, karena alasan kesopanan, saya memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu,” jelas Trump.

Meski begitu, Trump mengancam akan menyerang instalasi tersebut, jika Iran mengganggu operasi pelayaran di Selat Hormuz.

“Jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu untuk mengganggu jalur pelayaran yang bebas dan aman bagi kapal-kapal melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini”, tekannya.

Centcom kemudian mengkonfirmasi pernyataan Trump, dengan mengatakan pasukan AS berhasil menyerang lebih dari 90 target militer Iran dalam serangan presisi skala besar di Pulau Kharg.

Serangan itu menghancurkan fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker penyimpanan rudal, dan beberapa situs militer lainnya, kata militer AS dalam sebuah unggahan di X.

Presiden Trump mengatakan tujuan Israel dan AS mungkin tidak sepenuhnya selaras.

Komentar itu muncul beberapa menit setelah ia berbicara kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews, saat meninggalkan Air Force 1.

Dia juga mengatakan Angkatan Laut AS akan mulai mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz segera.

“Angkatan laut mereka telah hancur. Angkatan udara mereka telah hancur. Sebagian besar militer mereka telah hancur… Hampir semuanya telah hancur, dan Anda akan melihatnya”,  lanjut Trump.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025