Empat jenderal utama Iran yang tewas dalam serangan Israel dan AS. (dari kiri) Abdolrahim Mousavi, Ali Shamkhani, Mohammad Pakpour, dan Aziz Nasirzadeh.(iranwire)PRIORITAS, 2/3/26 (Teheran): Iran mengumumkan tambahan tujuh nama baru jenderal yang tewas dalam serangan Amerika dan Israel. Dengan demikian, total sudah 13 petinggi militer Iran termasuk para jenderal tewas.
Seperti dikutip Beritaprioritas.com dari media pemerintah Iran, Tasnim, Iran Wire, Iran International, hari Senin (2/3/26), konfirmasi tambahan kematian tujuh komandan ini adalah mereka yang tewas hingga hari ketiga serangan gabungan Amerika dan Israel terhadap Republik Islam tersebut.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengkonfirmasi tambahan kematian tujuh orang petinggi militer Iran tersebut.
Para jenderal yang baru diakui tewas adalah :
Sebanyak 40 komandan senior
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan pejabat AS menyatakan sekitar 40 komandan senior atau jenderal Iran tewas dalam serangan awal hari Sabtu pagi, 28 Februari 2026.
Beberapa laporan menggambarkan hal ini terjadi “dalam satu menit” atau gelombang awal operasi, yang menargetkan kepemimpinan militer utama Iran.
Sedangkan para jenderal yang tewas pada hari pertama serangan dalam rapat rahasia di rumah kediaman Ali Khameini di Teheran berjumlah 6 orang adalah:
Dua petinggi militer yang baru ditambahkan dalam daftar terbaru sebenarnya sudah tewas bersama dalam serangan awal. Mereka adalah :
– Brigadir Jenderal Saleh Asadi (Kepala intelijen di markas darurat militer)
– Mayor Jenderal Mohammad Shirazi (Kepala biro militer Khamenei).
Nama-nama lain yang disebutkan dalam daftar yang tewas termasuk Hossein Jabal Amelian, Reza Mozaffari-Nia (mantan SPND/pertahanan).
Beberapa jenderal IRGC atau angkatan bersenjata Iran tidak disebutkan namanya berjumlah 7 hingga 12 orang.
Ini menambah panjang daftar pembunuhan sebelumnya dalam perang Israel-Iran sejak tahun 2023 hingga 2025 lalu, seperti:
– Jenderal Hossein Salami (mantan kepala IRGC, tewas Juni 2025).
– Jenderal Mohammad Bagheri (mantan Kepala Staf, tewas 2025).
Yang lain seperti Gholamali Rashid, Amir Ali Hajizadeh (IRGC Aerospace), tewas pada serangan sebelumnya.
Pukulan terbesar
Serangan terbaru Israel dan Amerika Serikat pada akhir Februari dan awal Maret 2026 ini, merupakan pukulan terbesar bagi struktur kepemimpinan utama Iran dan komando militer senior Iran dalam beberapa dekade.
Selain banyak jenderal penentu yang tewas, Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khemenei, juga terbunuh dalam serangan awal Israel di Teheran.
Menurut saluran TV Israel, Channel 14, laporan yang diterbitkan dari Teheran dan sumber intelijen Barat menunjukkan putra mantan pemimpin Republik Islam, Mojtaba Khamenei, juga tewas bersama ayahnya.
Berdasarkan laporan intelijen yang diterbitkan New York Post, serta pemantauan ketat Badan Intelijen Pusat AS (CIA), telah mengidentifikasi kehadiran Mojtaba di samping ayahnya selama pertemuan darurat di tempat perlindungan.
Penyusupan informasi ke lingkaran keamanan terdekat, memungkinkan para perencana operasi untuk menunggu sejenak sampai keduanya berada di ruang yang terlindungi.
Dengan demikian melenyapkan seluruh tim kepemimpinan dalam satu operasi serangan yang tepat.
Laporan tentang kematian Mojtaba diterbitkan bersamaan dengan pengumuman juru bicara tentara Israel, yang menyebutkan semua kepala poros teroris yang berafiliasi dengan Iran telah tewas.
Mereka dieleminasi itu terdiri dari para senior militan Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Jalur Gaza, hingga komandan senior IRGC serta pasukan Houthi di Yaman.
Pihak berwenang Republik Islam Iran belum memberikan komentar mengenai Mojtaba Khamenei dalam dua hari terakhir, meskipun istri, cucu, menantu, dan putri Khamenei juga tewas. (P-Jeffry W)