PRIORITAS, 5/2/2026 (Jakarta): Indonesia kembali menegaskan posisinya di panggung moral dunia. Hal ini dibuktikan dengan penegasan Presiden Prabowo Subianto, bahwa Indonesia punya komitmen kuat dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui partisipasi aktif dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).
Dikutip dari laman Sekretariat Kabinet RI, Kamis (5/2/2026), menyebutkan, bahwa penegasan ini disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, dan pimpinan pondok pesantren di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa awal pekan.
Sementara usai pertemuan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyampaikan bahwa Presiden memberikan penjelasan mendalam mengenai upaya Indonesia dalam membantu perjuangan rakyat Palestina. Ia menegaskan bahwa secara nilai dan prinsip, bangsa Indonesia memiliki posisi yang tegas dalam menolak penjajahan dan membela kemerdekaan Palestina.
“Pada tataran nilai, semuanya sepakat bahwa menolak penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan untuk semua bangsa adalah amanat proklamasi. Indonesia harus membantu, membela, dan memperjuangkan Palestina sampai merdeka,” ujarnya.
Yahya menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam BoP merupakan langkah strategis yang disertai konsolidasi bersama negara-negara Islam dan Timur Tengah, sehingga kebijakan yang diambil berada dalam kerangka yang selaras dan terkoordinasi.
Presiden, lanjut Yahya, menekankan pentingnya kewaspadaan agar setiap langkah yang ditempuh justru tidak merugikan rakyat Palestina. “Semua akan dilakukan dengan prinsip yang tidak bisa ditawar untuk menjaga dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza, dan juga masyarakat Palestina di Tepi Barat,” katanya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar, turut menegaskan komitmen Presiden dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina secara penuh melalui BoP. Ia menyampaikan bahwa Indonesia bersama negara-negara Islam lainnya akan terus mengawal efektivitas BoP agar memberikan dampak nyata bagi kemerdekaan dan kesejahteraan rakyat Palestina.
“Komitmen Presiden adalah berjuang di dalam Board of Peace untuk kemerdekaan Palestina secara utuh dan berdaulat, sekaligus menghilangkan penderitaan rakyat Palestina di Gaza,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Muhammad Zaitun Rasmin, menyampaikan bahwa para pimpinan ormas Islam memberikan dukungan penuh agar perjuangan Indonesia melalui BoP tidak hanya mendorong perdamaian, tetapi juga menegaskan upaya menuju kemerdekaan Palestina.
“Bapak Presiden menerima seluruh masukan dengan baik, dan beliau menegaskan bahwa semuanya ini insyaallah untuk Palestina dan untuk kebaikan Indonesia,” tuturnya.
Pertemuan ini menegaskan posisi Indonesia yang konsisten dalam diplomasi kemanusiaan dan dukungan terhadap perjuangan bangsa Palestina di forum internasional. (P-*/bwl)








