Lompat ke konten
Senin, 19 Oktober 2026
Breaking
HEADLINE NEWSINTERNASIONALNEWS

Anak TK keracunan makanan, China penjarakan 6 orang

Menyusul temuan kadar timbal darah sangat tinggi pada 247 anak

Manuella Julietta2 menit baca
Bagikan
Anak TK keracunan makanan, China penjarakan 6 orang
Ilustrasi anak-anak di Sekolah Dasar China. (Courtesy Antara/Xinhua/Peng Yikai)

PRIORITAS, 18/10/26 (Beijing): Akibat menyajikan makanan beracun, menyusul temuan kadar timbal darah sangat tinggi pada 247 anak prasekolah di sebuah taman kanak-kanak di barat laut negara itu pada 2025, Pengadilan China, pun pada Jumat (16/10/26) lalu, memenjarakan enam orang.

Melansir kantor berita pemerintah Xinhua, Pengadilan Rakyat Menengah Kota Lanzhou di Provinsi Gansu menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Li Huifang, penanggung jawab taman kanak-kanak tersebut.

Berdasarkan laporan itu, Li dan Zhu Jinglin, kepala sekolah eksekutif di Taman Kanak-Kanak Heshi Peixin di Distrik Maiji, memerintahkan serta mengatur penambahan zat beracun ke dalam makanan yang disajikan kepada anak-anak dan staf.

Agar makanan tersebut tampak lebih berwarna

Adapun tindakan itu dilakukan agar makanan tersebut tampak lebih berwarna dan menarik untuk tujuan pemasaran.

Sesuai putusan tersebut, Li juga dicabut hak-hak politiknya seumur hidup dan harta benda pribadinya senilai 500.000 yuan (Rp1,3 miliar) disita. Sementara Zhu dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar 300.000 yuan (Rp809 juta).

Di samping itu, sebanyak empat pekerja dapur yang melaksanakan perintah tersebut menerima hukuman penjara antara enam hingga delapan tahun serta dikenakan denda.

Dari laporan investigasi tingkat provinsi pada Juli 2025, kudapan yang terkontaminasi telah disajikan kepada anak-anak dan staf setiap bulan sejak Mei 2024.

Disebutkan, dari 251 anak yang menjalani pemeriksaan, 247 di antaranya memiliki kadar timbal dalam darah yang sangat tinggi.

Semua anak yang terdampak telah menerima perawatan di rumah sakit atau intervensi nutrisi di rumah. Hingga 20 Juli 2025, sebagian besar dari mereka telah menyelesaikan rangkaian perawatan pertama dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Demikian Antara mengutip Anadolu. (P-*/man)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami