Lompat ke konten
Selasa, 20 Oktober 2026
Breaking
NASIONALPemerintahan

Elektabilitas Prabowo Subianto unggul telak di tiga simulasi pilpres

Herling Tumbel3 menit baca
Bagikan
Elektabilitas Prabowo Subianto unggul telak di tiga simulasi pilpres
Prabowo Subianto. (Courtesy: Dok. BPMI Setpres)

PRIORITAS, 18/10/26 (Jakarta): Tingkat keterpilihan atau elektabilitas Prabowo Subianto mendominasi posisi puncak dibandingkan dengan kandidat lainnya dalam tiga model simulasi pemilihan presiden.

Data tersebut dipaparkan dalam rilis riset nasional terbaru oleh lembaga Parameter Politik Indonesia (PPI), Minggu (18/10.26).

Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menjelaskan bahwa pihaknya menguji kekuatan elektoral para tokoh lewat tiga skema, yaitu simulasi terbuka (20 nama), simulasi 17 kandidat ketua umum partai/tokoh, serta simulasi tertutup 5 nama kandidat yang berpotensi maju pada Pilpres 2029.

"Dalam tiga model simulasi yang kami uji dengan pertanyaan jika pilpres dilaksanakan saat ini, nama Presiden Prabowo Subianto konsisten memimpin di peringkat pertama," kata Adi Prayitno saat peluncuran hasil Survei Nasional "Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" di Jakarta.

Simulasi Terbuka (20 Tokoh)

Diuraikan, pada simulasi terbuka yang diikuti oleh 20 nama tokoh lintas profesi mulai dari kepala daerah, menteri, hingga petahana, Presiden Prabowo unggul jauh dengan raihan 31,6 persen.

Menariknya, posisi kedua ditempati oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan 11,4 persen, menyalip Anies Baswedan di posisi ketiga dengan 10,1 persen.

Melengkapi lima besar, ada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (6,9 persen), dan mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (4,4 persen).

Berikut daftar lengkap perolehan elektabilitas 20 tokoh dalam simulasi terbuka PPI:

  • Prabowo Subianto: 31,6%
  • Dedi Mulyadi: 11,4%
  • Anies Baswedan: 10,1%
  • Gibran Rakabuming Raka: 6,9%
  • Ganjar Pranowo: 4,4%
  • Agus Harimurti Yudhoyono (AHY): 2,3%
  • Mahfud Md: 1,7%
  • Sherly Tjoanda (Gubernur Maluku Utara): 1,1%
  • Purbaya Yudhi Sadewa: 0,8%
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok): 0,8%
  • Pramono Anung (Gubernur DKI Jakarta): 0,6%
  • Muhaimin Iskandar: 0,2%
  • Sugiono: 0,2%
  • Rocky Gerung: 0,1%
  • Abdul Somad: 0,1%
  • Kaesang Pangarep: 0,1%
  • Erick Thohir: 0,1%
  • Bahlil Lahadalia: 0,1%
  • Yusril Ihza Mahendra: 0,1%

Simulasi 17 Kandidat (Ketua Umum Parpol & Tokoh)

Memasuki simulasi kedua yang mengerucut pada 17 nama ketua umum partai politik serta tokoh potensial dari poros non-parlemen, posisi Prabowo Subianto merangkak naik ke angka 34 persen.

Anies Baswedan berada di urutan kedua dengan 19,4 persen. Sementara Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono melesat ke peringkat ketiga dengan 11,1 persen, menempel ketat Gibran Rakabuming yang meraih 10,9 persen. Posisi kelima dihuni Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dengan 3 persen.

Di barisan papan tengah dan bawah, muncul nama Yusril Ihza Mahendra (1,7 persen), Pramono Anung (1,6 persen), Ketua DPR RI Puan Maharani (1,4 persen), Kaesang Pangarep (1,3 persen), dan Surya Paloh (1,1 persen).

Tokoh parpol lain seperti Zulkifli Hasan (0,8 persen), Bahlil Lahadalia (0,6 persen), hingga Angela Tanoesoedibjo (0,2 persen) berada di sisa persentase terbawah.

Simulasi Peta Pilpres 2029 (5 Kandidat)

Ketika model dipersempit menjadi simulasi lima nama besar yang diproyeksikan kuat bertarung pada masa depan, dominasi kekuatan politik petahana semakin menebal. Prabowo Subianto mengunci elektabilitas sebesar 40,5 persen.

Peta persaingan di bawahnya menempatkan Anies Baswedan (17,7 persen) di peringkat kedua, disusul oleh Agus Harimurti Yudhoyono (14 persen) dan Gibran Rakabuming Raka (12,2 persen). Jauh di posisi juru kunci, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengantongi dukungan sebesar 3,9 persen.

Metode penelitian dan kepercayaan survei

Dilansir dari Antara, data elektabilitas ini dihimpun melalui Survei Nasional PPI yang dilaksanakan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026. Peneliti menggunakan metode wawancara tatap muka (face-to-face interview) dengan keterlibatan total 1.200 responden terverifikasi.

Seluruh responden merupakan penduduk Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah berstatus menikah.

Sampel diambil secara proporsional dan tersebar merata di 38 provinsi, mencakup 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa/kelurahan.

Riset ini memiliki tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen dengan tingkat kesalahan atau margin of error di kisaran 2,83 persen. (P-Ant/ht)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami