Pengadilan Hong Kong menjatuhkan vonis 20 tahun penjara bagi pemilik media pendukung demokrasi, Jimmy Lai. (@raymondarroyo)PRIORITAS, 9/2/26 (Hong Kong): Pengadilan Hong Kong memutuskan vonis penjara selama 20 tahun terhadap konglomerat media pendukung demokrasi di Hong Kong, Jimmy Lai.
Ia diputuskan bersalah karena berkolusi dengan kekuatan asing berdasarkan undang-undang keamanan nasional kota Hong Kong yang kontroversial.
Kelompok hak asasi manusia menyebutnya vonis itu, ibarat hukuman mati bagi Jimmy berusia 78 tahun, karena kekhawatiran tentang kesehatannya, tetapi pemimpin Hong Kong mengatakan itu “sangat menggembirakan”.
Ini adalah hukuman terberat yang dijatuhkan berdasarkan undang-undang keamanan, yang diberlakukan China setelah protes besar-besaran pada tahun 2019, rilis BBC seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Senin (9/2/2026).
Jimmy Lai, seorang warga negara Inggris, paling menonjol di antara ratusan orang yang ditangkap berdasarkan undang-undang tersebut.
Sebagai kritikus keras terhadap China, ia sering menggunakan surat kabarnya, Apple Daily, sebagai alat protes.
“Ini sungguh memilukan,” kata putra Lai, Sebastien, kepada program Today BBC.
Kritik PM Inggris
Sebastien telah berulang kali menyampaikan masalah pemenjaraan ayahnya kepada pemerintah Inggris, tetapi tidak mendapat respon positif. “Jelas ayah saya masih berada di penjara”, katanya.
Sebastien Lai dan beberapa pihak lainnya mengkritik kunjungan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, baru-baru ini ke China sebagai kesempatan yang terbuang sia-sia.
“Menandakan kehancuran total sistem hukum Hong Kong dan berakhirnya keadilan”, kata Sebastien.
Otoritas Hong Kong dan Kementerian Luar Negeri China bersikeras hukuman terhadap Jimmy Lai menunjukkan penegakan hukum di kota tersebut.
Dalam menjatuhkan hukuman kepada Lai, para hakim mengutuk “perilaku kriminalnya yang serius dan berat” dan mengatakan ia terlibat dalam konspirasi yang termasuk dalam kategori “paling serius”.
Pada Senin pagi, menjelang pembacaan vonis, terdapat banyak sekali polisi di sekitar gedung pengadilan.
Kerumunan pendukung Lai, beberapa di antaranya telah berkemah selama berhari-hari, dengan harapan bisa masuk ke dalam untuk menyaksikan pembacaan vonisnya.
“Saya hanya ingin menyapa Bapak Lai secara langsung di pengadilan… Hanya itu yang saya minta, karena saya rasa ini akan menjadi kali terakhir saya melihatnya,” kata seorang pendukung, yang mengatakan telah mengantre sejak Kamis malam.
Pendukung sedih
Di dalam ruang sidang, Lai, yang mengenakan jaket putih dan kacamata hitam, tersenyum cerah kepada keluarganya dan para pendukung lainnya.
Ia mengangguk tenang ketika vonisnya diumumkan, sementara beberapa anggota masyarakat terdengar terisak-isak karena sedih. Istrinya, Teresa, menahan air mata saat meninggalkan pengadilan.
Jimmy Lai, yang sebelumnya divonis bersalah atas penipuan dan perkumpulan tanpa izin, telah berada di penjara selama lebih dari lima tahun.
Enam mantan eksekutif Apple Daily dan dua aktivis, juga dijatuhi hukuman pada hari Senin berdasarkan undang-undang keamanan nasional China di Hong Kong, dengan masa hukuman mulai dari enam tahun tiga bulan hingga 10 tahun.
Jimmy Lai selalu membantah tuduhan terhadapnya, dengan mengatakan ia memperjuangkan apa yang diyakininya sebagai nilai-nilai Hong Kong, seperti supremasi hukum dan kebebasan berbicara.
Pemerintah China menghukum Jimmy Lai setelah ia melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden AS saat itu, Mike Pence dan Menteri Luar Negeri saat itu, Mike Pompeo, pada puncak protes tahun 2019 untuk membahas situasi di Hong Kong.(P-Jeffry W)