Miss Universe Singapore tetap melanjutkan pencarian pemenang untuk tahun 2026 di tengah sengketa, Indonesia belum bergerak

Rebecca Wilhelmina T
Sabtu, 26 September 2026
5 menit membaca

PRIORITAS, 25/6/26 (Singapura): Direktur nasional Miss Universe Singapore (MUS) 2026, Sean Wong, yakin bahwa wakil Singapura akan berhasil melaju ke panggung internasional untuk kontes Miss Universe ke-75 di Puerto Riko pada 24 November 2026, meskipun sedang terjadi perselisihan mengenai waralaba.


Masalah ini mencuat pada 18 September setelah JKN Universe menyatakan bahwa perjanjian waralaba di enam negara Asia Tenggara—Singapura, Thailand, Indonesia, Vietnam, Laos, dan Malaysia—tidak diakui, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kelayakan mereka.

JKN Universe memegang hak hukum dan lisensi atas merek Miss Universe serta beroperasi sebagai Miss Universe Organization.

Sementara itu, direktur kontes kecantikan asal Thailand, Nawat Itsaragrisil—yang juga merupakan kepala eksekutif Miss Universe Eastern—memiliki saham sebesar 50 persen dalam merek global tersebut. Dalam konferensi pers pada 18 September di Bangkok, ia menegaskan bahwa pemberitahuan pengeluaran (dari keanggotaan) tersebut tidak memiliki kekuatan hukum.


Ia berpendapat bahwa keputusan sebesar itu memerlukan persetujuan melalui struktur tata kelola JKN Universe dan, menurut pandangannya, tidak dapat dipaksakan secara sepihak.

Diketahui, saat ini Miss Universe Eastern memegang hak waralaba untuk enam negara di Asia Tenggara.

“Sengketa hukum adalah hal yang lumrah”

Wong mengungkapkan kepada The Straits Times Singapura – yang dilansir Beritaprioritas.com – bahwa ia didekati oleh Nawat pada bulan Agustus untuk mengambil alih lisensi Singapura dan mengelola kontes kecantikan tingkat nasional tersebut.

Berbekal pengalaman mengelola lisensi kontes kecantikan di Malaysia dan Singapura sejak 2018, Wong sangat memahami seluk-beluk bisnis ini. Ia memegang lisensi untuk sejumlah merek kontes internasional di kedua negara tersebut, termasuk Miss World Singapore, Miss World Malaysia, dan Miss Grand Malaysia. Ini adalah kali pertama ia mengelola MUS.

Pria berusia 51 tahun itu mengatakan, ia menerima peran tersebut dengan pemahaman yang jelas mengenai sengketa yang terjadi sebelumnya.

“Sengketa hukum adalah hal yang lumrah terjadi di antara merek-merek besar,” ujarnya, lalu menambahkan bahwa ia telah meninjau kontrak-kontrak tersebut secara saksama sebelum bergabung.

“Saya tidak melihat adanya masalah jika mengacu pada struktur kontrak dan bisnis yang mengatur operasional kami. Miss Universe Eastern memiliki wewenang untuk melimpahkan hak tersebut kepada kami,” pendapatnya.

Pentingnya ketangguhan mental

Meskipun ia yakin Nawat akan mampu menyelesaikan sengketa tersebut dan perwakilan Singapura akan dapat berangkat ke Puerto Riko, kekhawatiran utamanya adalah bagaimana perwakilan tersebut akan diperlakukan di sana.

“Kekhawatiran saya adalah kontestan kami tidak mendapatkan sorotan atau penilaian yang adil,” kata Wong. Para kontestan dari seluruh dunia dijadwalkan tiba untuk mengikuti latihan dan acara promosi sekitar satu bulan sebelum malam puncak pada tanggal 24 November.

Demi memastikan perwakilan Singapura siap menghadapi potensi hambatan tersebut, Wong menekankan pentingnya ketangguhan mental saat tahap audisi yang digelar pada 20 dan 21 September—yang diikuti oleh sekitar 50 kandidat, baik secara langsung maupun daring.

Ia mengajukan pertanyaan langsung kepada para peserta mengenai situasi yang sedang berlangsung, guna menguji bagaimana mereka akan menghadapi tekanan industri serta potensi sorotan tajam dari publik di dunia maya.

Wong mengatakan bahwa ia akan bertanya kepada para kontestan, “Bagaimana tanggapan Anda jika ada orang yang mengatakan bahwa Anda tidak layak untuk berpartisipasi?”

Ia mencari kandidat yang menunjukkan sikap tenang dan percaya diri, kemandirian, serta karisma panggung yang khas, disertai komitmen nyata terhadap isu-isu sosial dan inisiatif kemasyarakatan. Kandidat juga harus mampu tampil prima dalam lingkungan kerja bertekanan tinggi.

Direktur nasional Miss Universe Singapore 2026, Sean Wong (kedua dari kiri), saat audisi kontes yang diadakan di Scape Ground Theatre pada 20 September, bersama rekan-rekan juri: (Dari kiri) pembawa acara siaran langsung TikTok Adelyne Velvet Fung, pendiri Upfront Models Singapore Watson Tan, serta produser peragaan busana dan penata gaya Jerome Awasthi. (Courtesy: Hyperlive Entertainment via The Straits Times)

Final Singapura 13 Oktober 2026

Hingga sejauh ini, Wong mengatakan persiapan terus berjalan pesat menjelang babak final MUS pada 13 Oktober di Scape Ground Theatre, Singapura.

Lebih dari sekadar gelar juara, Wong memandang kontes ini sebagai batu loncatan bagi para peserta untuk meniti karier di bidang modeling, seni peran, pembawa acara, dan public speaking.

Sebagai pimpinan eksekutif perusahaan media multi-platform HyperLive Entertainment, Wong berencana memanfaatkan ekosistem perusahaannya untuk mendukung para kontestan bahkan setelah kompetisi berakhir.

Pemenang MUS 2026 akan mendapatkan kontrak manajemen model dengan Upfront Models Singapore, tiket penerbangan pulang-pergi ke Puerto Riko, serta berbagai produk dan layanan sponsor senilai lebih dari $10.000 (setara dengan sekitar Rp4 juta).

Audisi terbuka (walk-in) terakhir akan diselenggarakan pada 28 September pukul 17.00 hingga 18.00 di Scape Launchpad Singapura.

Kompetisi ini terbuka bagi perempuan warga negara Singapura maupun penduduk tetap (PR) berusia 18 tahun ke atas—tanpa batasan usia maksimal—serta tidak memandang status pernikahan atau status sebagai orang tua.

Indonesia belum bergerak

Sementara itu, status keikutsertaan dan seleksi perwakilan Indonesia ke ajang Miss Universe 2026 di Puerto Riko saat ini berada dalam ketidakpastian karena masih dalam status sengketa.

Konflik lisensi dan status Indonesia terkungkung dalam perselisihan antara JKN Universe LLC dan MU East. JKN Universe menyatakan bahwa lisensi waralaba untuk Indonesia dan lima negara ASEAN lainnya  yaitu Thailand, Vietnam, Laos, Malaysia, dan Singapura) tidak sah (void ab initio) karena tidak melalui persetujuan lisensi resmi mereka.

Akibatnya, kontestan dari negara-negara tersebut sempat disebut tidak memenuhi syarat tampil di Puerto Riko.

Sebaliknya, pihak Miss Universe Eastern Pte Ltd (MU East) yang dipimpin Nawat Itsaragrisil membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa kontestan dari negara-negara terdampak tetap berhak serta direncanakan untuk berangkat ke Puerto Riko.

Di tengah konflik tersebut, hingga saat ini, Indonesia belum menyelenggarakan pemilihan atau seleksi nasional secara resmi untuk menentukan delegasi yang akan dikirim ke panggung internasional tersebut. (P-*/rwt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan