Miss Universe 2026: Direktur kontes kecantikan Thailand tegaskan 6 negara, termasuk Indonesia, tetap berhak ikut

Rebecca Wilhelmina T
Senin, 21 September 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 21/9/26 (Bangkok): Direktur kontes kecantikan asal Thailand, Nawat Itsaragrisil, menolak upaya untuk mencoret Thailand dan lima negara Asia Tenggara lainnya dari ajang Miss Universe 2026.


Ia menegaskan, para perwakilan dari negara-negara tersebut tetap berhak berkompetisi di Puerto Riko, lokasi penyelenggaraan kontes pada bulan November mendatang.

Pernyataan ini disampaikan menyusul adanya pengumuman atas nama Miss Universe Organization (MUO) yang menyatakan bahwa perjanjian waralaba yang melibatkan Thailand, Indonesia, Vietnam, Laos, Malaysia, dan Singapura tidak diakui oleh JKN Universe.

Hal itu membuat perwakilan dari negara-negara tersebut dianggap tidak memenuhi syarat untuk mengikuti kontes Miss Universe ke-75 tahun 2026.


Nawat, selaku pimpinan eksekutif Miss Universe Eastern, menyampaikan dalam konferensi pers bahwa keenam perwakilan tersebut akan tetap berangkat ke San Juan, Puerto Riko. Ia menegaskan bahwa pemberitahuan mengenai pencoretan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum.

Ia berpendapat bahwa keputusan sebesar itu memerlukan persetujuan melalui struktur tata kelola perusahaan dan, menurut pandangannya, tidak dapat dipaksakan secara sepihak.

Pimpinan eksekutif Miss Universe Eastern, Nawat Itsaragrisil. (Courtesy: straitstimes.com)

Sanggahan MU East

Dilansir dari straitstimes.com edisi 20 September 2026 yang dikutip Beritaprioritas.com Senin (21/9/26), diketahui pada 18 September, MU East secara terpisah mengeluarkan pernyataan resmi. Isinya menyatakan bahwa JKN Universe—yang menjalankan bisnis dengan nama MUO—beroperasi di bawah struktur kepemilikan yang setara (50-50) antara MU East dan MU West melalui JKN Legacy.

MU East menyatakan bahwa mereka tidak meninjau ataupun menyetujui pernyataan sebelumnya tersebut, serta menegaskan bahwa pernyataan itu tidak mencerminkan posisi yang disepakati oleh kedua pemilik.

Pihaknya juga merujuk pada Hemisphere Agreement (Perjanjian Belahan Bumi), dengan menyatakan bahwa MU East memiliki hak eksklusif untuk mengoperasikan, mempromosikan, dan mengembangkan merek Miss Universe di 95 wilayah Timur. MU East juga berhak menunjuk dan mengelola mitra waralaba di wilayah-wilayah ini.

MU East menyatakan tetap memegang hak kontraktual untuk mengirimkan delegasi yang memenuhi syarat dari Thailand, Indonesia, Vietnam, Laos, Malaysia, dan Singapura ke kontes internasional tersebut. Lembaga ini juga tidak dapat menerima pembatalan perjanjian waralaba yang sah melalui pernyataan publik sepihak.

Nawat menyatakan bahwa sengketa ini merupakan pelanggaran terhadap Hemisphere Agreement. Ia berpendapat bahwa tidak ada pihak yang memiliki wewenang untuk bertindak di luar ketentuan wilayah dan tata kelola yang telah ditetapkan dalam kontrak tersebut.

Sanly Liu, wakil Indonesia di Miss Universe 2025 Bangkok. Sampai sejauh ini, Indonesia belum memiliki wakil untuk berkontes di Miss Universe 2026 November mendatang di Puerto Riko, Amerika Latin. (Courtesy: Antara)

Ancaman langkah hukum

Ia juga mempertanyakan pengaturan keuangan dan kontrak terkait acara di Puerto Riko tersebut. Tuduhan-tuduhan itu belum terbukti secara independen dan masih menjadi bagian dari sengketa yang kian memanas antara kedua belah pihak.

Nawat mengatakan, penasihat hukum telah meninjau dokumen-dokumen terkait pada tanggal 15 dan 16 September serta memberikan waktu tujuh hari—hingga tengah malam tanggal 25 September waktu Thailand—kepada pihak lawan untuk memberikan klarifikasi dan menyelesaikan sengketa tersebut.

Jika tidak ada kemajuan, ia menyatakan bahwa masalah ini akan diserahkan kepada pengacara internasional di New York untuk langkah hukum lebih lanjut. Ia juga menyebutkan bahwa proses hukum dapat melibatkan pengadilan di Delaware dan New York.

Nawat mengimbau para penggemar kontes kecantikan untuk menyimpan salinan pernyataan yang disengketakan tersebut sebagai kemungkinan bukti untuk proses hukum di masa mendatang.

Saat ditanya apakah ia secara pribadi akan menghadiri kompetisi di Puerto Riko, Nawat menjawab tidak akan hadir, namun menegaskan bahwa para kontestan tetap akan berpartisipasi.

“Saya tidak akan pergi, tetapi para kontestan pastinya akan berangkat,” ujarnya. Ia menyatakan keyakinan bahwa Puerto Riko akan menyambut para delegasi dengan layak.

Dari enam negara Asia Tenggara yang akan mengikuti ajang pemilihan Miss Universe 2026, baru Thailand yang sudah memilih wakilnya, yaitu Tharina Botes yang dinobatkan sebagai Miss Universe Thailand 2026 pada bulan Agustus.

Lima negara lainnya yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Laos, belum menyelenggarakan seleksi untuk memilih wakil ke Grand Final Miss Universe 2026 yang dijadwalkan pada 24 November di San Juan, Puerto Riko, Amerika Latin. (P-*/rwt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan