Program pemagangan dikembangkan tidak hanya sebagai sarana pengalaman kerja, tetapi juga sebagai jalur peningkatan kompetensi yang terukur. Integrasi antara pengalaman magang dan sertifikasi kompetensi menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja.
Sertifikasi kompetensi yang diperoleh peserta diterbitkan melalui lembaga berwenang dan menjadi bukti pengakuan kemampuan yang dapat digunakan dalam proses rekrutmen di dunia industri. Pendekatan ini mendorong keterkaitan antara hasil pemagangan dan kebutuhan pasar kerja.
Perusahaan yang aktif mendukung sertifikasi peserta magang akan memperoleh prioritas dalam berbagai program ketenagakerjaan serta akses yang lebih luas terhadap layanan strategis. Skema tersebut diharapkan memperkuat peran dunia usaha dalam pengembangan sumber daya manusia.
Program pemagangan nasional saat ini melibatkan sekitar 100 ribu peserta yang tersebar di berbagai perusahaan, kementerian, dan lembaga. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap, dengan 14.952 peserta pada Batch I dijadwalkan menyelesaikan program pada 19 April 2026.
Peserta yang menyelesaikan program selama enam bulan memperoleh sertifikat magang, sementara peserta dengan durasi lebih dari tiga bulan hingga kurang dari enam bulan mendapatkan surat keterangan. Dokumen tersebut menjadi bagian dari pengakuan pengalaman kerja dan kesiapan memasuki dunia kerja.
Penguatan program juga dilakukan melalui kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi dan mitra industri di berbagai sektor. Langkah ini diarahkan untuk memperluas akses sertifikasi kompetensi sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja yang adaptif terhadap kebutuhan industri. (P-*r/Humas Kemnaker/Gio R).