Pelajar Indonesia juara satu kompetisi fotografi UNESCO

Armin Mandika
Selasa, 29 September 2026
IPTEK 0 22
2 menit membaca

PRIORITAS, 29/9/26 (Jakarta): Kompetisi fotografi internasional UNESCO Youth Eyes on the Silk Roads 2026 ke-8 melalui foto tentang perajin kayu Jepara, diraih pelajar Yudha Pramudya (14).


Sebagaimana siaran pers UNESCO, Selasa, Yudha pelajar asal Cimahi, Jawa Barat yang merupakan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Cimahi itu menjadi juara setelah karyanya berjudul “A Legacy in Every Carving” terpilih dari lebih dari 7.000 karya peserta di 100 negara setelah menjalani seleksi internasional berdasarkan orisinalitas, kekhasan, dan kekuatan visualnya.

Adapun foto tersebut menampilkan seorang pengukir kayu Jepara yang tengah bekerja dengan penuh konsentrasi, sekaligus menggambarkan keberlanjutan pengetahuan dan keterampilan tradisional yang diwariskan lintas generasi.

Menurut Yudha dirinya mulai tertarik pada fotografi sejak masuk SMP melalui kegiatan ekstrakurikuler. Ia menemukan informasi kompetisi UNESCO tersebut melalui media sosial Instagram.


“Awalnya ketemu postingan di Instagram tentang lomba foto UNESCO Youth Eyes on the Silk Roads Photo Contest. Saya langsung berpikir mau coba saja. Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali,” jelasnya.

Pinjam kamera

Guna menghasilkan foto tersebut, Yudha meminjam kamera milik temannya dan menyewa lensa. Ia awalnya berencana memotret perajin wayang di Jelekong, tetapi kemudian memilih mencari perajin kayu Jepara hingga menemukan lokasi perajin di kawasan Antapani, Bandung.

“Saya ingin menyampaikan bahwa tradisi kayu Jepara jangan sampai punah. Saya juga ingin mengeluarkan emosi para pengukir kayu saat mengukir,” katanya.

Pihak UNESCO menyebut karya Yudha memperlihatkan pengukir kayu Jepara yang membuat motif rumit dengan tangan sekaligus menjaga keterampilan tradisional yang diwariskan lintas generasi.

Sementara itu Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO I.G.A.K. Satrya Wibawa mengapresiasi capaian tersebut dan menilai keberhasilan Yudha menunjukkan peran generasi muda dalam pelestarian budaya melalui medium yang dekat dengan kehidupan mereka.

“Yang lebih penting adalah bagaimana seorang anak berusia 14 tahun melihat warisan budaya Indonesia melalui perspektif generasinya sendiri. Kamera di tangannya menjadi alat untuk bercerita bahwa tradisi bukan sesuatu yang hanya disimpan di masa lalu, tetapi sesuatu yang perlu diteruskan oleh generasi berikutnya,” urainya.(P*/am)

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan