
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam sebuah kesempatan. (Humas Kementan)PRIORITAS, 20/6/26 (Jakarta): Ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman dan tidak ada ancaman kelangkaan di tengah masyarakat. Stok beras nasional, termasuk cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog, tercatat telah mencapai 5,3 juta ton. Karena itu, para pedagang beras diingatkan jangan mainkan harga.

Selanjutnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, stok tersedia saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Terkait itulah, tidak boleh sampai terjadi kelangkaan beras.
Dikatakannya, beras yang melimpah itu merupakan implikasi positif pencapaian swasembada di tahun 2025.

Minta polisi gelar pemeriksaan di lapangan
Dalam upaya mengamankan distribusi, Amran telah meminta Satuan Tugas Pangan Kepolisian Republik Indonesia (Satgas Pangan Polri) untuk gelar pemeriksaan dengan turun ke lapangan.
“Beras kita melimpah. Jangan mempermainkan di lapangan karena kami sudah minta Satgas turun ke lapangan. Tidak ada yang langka. Tolong tidak ada pangan, khususnya beras, makanan pokok kita, (itu) langka,” ujar Amran dalam keterangannya, Minggu (14/6/26) yang lalu, dikutip media.
Lanjut, seperti dilansir Kompas.com, menurut dia, pemerintah bersama Satgas Pangan Polri terus memantau kondisi pasokan dan distribusi beras di seluruh daerah untuk memastikan tidak terjadi praktik penahanan barang yang dapat memicu kenaikan harga.
Ia lalu mengungkapkan, stok beras nasional yang mencapai 5,3 juta ton bahkan melebihi kapasitas penyimpanan gudang Bulog yang hanya sekitar 3 juta ton.
Bulog tambah kapasitas gudang
Dusebutnya lagi, untuk menampung kelebihan stok tersebut, Bulog telah menyewa tambahan kapasitas gudang sekitar 2,3 juta ton.
“Semua gudang kita penuh dengan beras sekarang ini. Stok sekarang 5,3 juta ton. Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama merdeka,” ungkapnya.
Jangan mainkan harga
Adapun dengan kondisi tersebut, Amran meminta para pelaku usaha tidak memanfaatkan situasi untuk memainkan harga atau menciptakan persepsi kelangkaan di pasar.
Amran menegaskan, pemerintah bersama Satgas Pangan akan mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Tolong sekali lagi, seluruh pedagang beras seluruh Indonesia, jangan mempermainkan harga. Kami sudah sepakat dengan Satgas Pangan, seluruh Dirkrimsus se-Indonesia. Kami putuskan kita pantau dan yang nakal kita tindak,” tegas Amran lagi.
Indonesia salah satu negara dengan kenaikan produksi beras tertinggi di dunia
Ia juga mengungkapkan, tingginya stok beras nasional juga didukung peningkatan produksi dalam negeri.
Tersebut dalam laporan Rice Outlook Mei 2026 yang dirilis United States Department of Agriculture (USDA), Indonesia menjadi salah satu negara dengan kenaikan produksi beras tertinggi di dunia bersama Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam.
Karena itu Amran menilai, kondisi tersebut menunjukkan Indonesia berada dalam posisi surplus, sehingga tidak lagi menghadapi situasi yang sama seperti ketika stok Bulog hanya sekitar 1 juta ton dan harus mengandalkan impor untuk menjaga pasokan.
“Sekarang berbeda. Kita surplus. Kita sudah swasembada,” demikian Amran Sulaiman. (P-*r/Kps/jr)

