Lompat ke konten
Senin, 12 Oktober 2026
Breaking
HUMANIORABencanaCuacaKemanusiaanLingkunganSosial

Kabut asap melimputi Kaltara, 33 titik panas terdeteksi hingga penerbangan pesawat besar tak direkomendasikan

Giovanni Riung1 menit baca
Bagikan
Screenshot 2026-08-21 at 21.30.07
Petugas dari BPBD dan Dishut Kaltara memadamkan karhutla yang terjadi dalam beberapa hari ini di wilayah Kabupaten Bulungan, Kaltara. (ANTARA/HO-Dishut Kaltara).

PRIORITAS, 21/8/26 (Kalimantan): Kebakaran hutan dan lahan akibat fenomena El Nino yang melanda Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) makin memperburuk kondisi udara setempat. Akibatnya, kabut asap tebal kini menyelimuti wilayah Kaltara dan memangkas jarak pandang hingga tersisa 3 sampai 4 kilometer saja.

Dampak penurunan jarak pandang ini langsung memicu peringatan keselamatan transportasi udara. Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Dewi Paramitha, menegaskan bahwa kondisi udara saat ini sangat berisiko.

"Jarak pandang saat ini berada di kisaran 3 hingga 4 kilometer. Oleh karena itu, penerbangan khususnya untuk pesawat berukuran besar tidak direkomendasikan," terang Dewi pada Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan Satelit Tera, Aqua, S-NPP, dan NOAA20, BMKG mendeteksi sebanyak 33 titik panas kategori sedang bertebaran di wilayah Kaltara. Sebaran titik api tersebut terpantau berada di Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, dan Kota Tarakan.

Khusus di Kabupaten Bulungan, titik panas terkonsentrasi di beberapa area. Area tersebut mencakup Tanjung Selor, Tanjung Palas, Tanjung Palas Timur, hingga Peso Hilir.

Sementara itu, prakiraan cuaca pada 22–23 Agustus di Bulungan, Tana Tidung, dan Malinau umumnya diperkirakan cerah hingga cerah berawan. Namun, potensi hujan ringan hingga hujan disertai petir masih berpeluang turun pada malam dan dini hari di sejumlah titik.

Langkah ketat pemerintah daerah

Menanggapi bencana kemarau panjang yang sudah berlangsung selama sebulan ini, Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang meminta warga untuk menghentikan seluruh aktivitas pembakaran lahan.

"Kami memberikan imbauan tegas kepada masyarakat melalui BPBD dan Dinas Kehutanan. Pembakaran ini sangat berbahaya karena merusak ekosistem hutan dan memicu kabut asap yang mencemari kualitas udara," tegas Zainal di Tanjung Selor.

Sebagai langkah penanganan cepat, personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Kehutanan Kaltara telah siaga di lapangan. Mereka terus berupaya memadamkan titik-titik api sekaligus memberikan edukasi bahaya kebakaran kepada warga setempat. (P-Gio R)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami