Lompat ke konten
Senin, 12 Oktober 2026
Breaking
EKBISINTERNASIONALKoperasi

Hadapi El Nino, Indonesia dorong koperasi pertanian jadi garda terdepan ketahanan pangan ASEAN

Herling Tumbel2 menit baca
Bagikan
Hadapi El Nino, Indonesia dorong koperasi pertanian jadi garda terdepan ketahanan pangan ASEAN
wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah, membuka Sidang ke-32 ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperatives (ACEDAC) di Yogyakarta, Senin (12/10/26). (Courtesy: Antara)

PRIORITAS, 12/10/26 (Yogyakarta): Pemerintah Indonesia mendorong penguatan peran koperasi pertanian di antara negara-negara anggota ASEAN guna menjaga stabilitas ketahanan pangan regional.

Langkah strategis ini dinilai krusial di tengah ancaman nyata perubahan iklim global serta fenomena cuaca panas ekstrem akibat El Nino yang berpotensi mengganggu ketersediaan pangan kawasan.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah, saat membuka Sidang ke-32 ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperatives (ACEDAC) di Yogyakarta, Senin (12/10/26).

"Perubahan iklim di dunia dan ASEAN semakin tidak menentu, hari ini kita merasakan sangat panas sekali efek dari El Nino dan tentu akan sangat berpengaruh pada ketersediaan pangan kita," ujar Farida Farichah dalam keterangan persnya.

Koperasi Pangan sebagai penggerak sektor riil

Menurut Farida, institusi koperasi harus diperkuat posisinya sebagai motor penggerak utama sektor riil di pedesaan. Koperasi dituntut mampu menjadi jembatan yang menghubungkan para petani lokal dengan akses modal pembiayaan, teknologi modern, sarana produksi, pengolahan hasil panen, jalur distribusi, hingga kepastian akses pasar ekspor maupun domestik.

Diketahui, melalui forum ACEDAC ke-32 ini, para penggerak koperasi se-Asia Tenggara berkumpul untuk merumuskan sinergi konkret demi mencapai target swasembada pangan.

"Kami sesama penggerak koperasi di ASEAN berkumpul berfokus untuk bagaimana bisa swasembada pangan agar koperasi-koperasi yang ada di ASEAN menjadi leading sector, menjadi garda terdepan swasembada pangan di masing-masing negara," imbuh Farida, dilansir dari Antara.

Pamerkan model koperasi sukses milik Indonesia

Sebagai wujud kontribusi nyata, Indonesia membagikan kisah sukses (best practices) pengelolaan sejumlah koperasi tani nasional yang dinilai berhasil mengintegrasikan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan secara modern.

Beberapa koperasi yang direkomendasikan menjadi model percontohan tingkat regional antara lain Koperasi Al-Ittifaq (Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat), Koperasi Sukamakmur (Kabupaten Bogor, Jawa Barat), dan sejumlah koperasi pengolahan susu percontohan yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Pejabat Senior Divisi Pangan, Pertanian, dan Kehutanan Departemen Masyarakat Ekonomi ASEAN, Dian Sukmajaya, menambahkan bahwa agenda sidang tahun ini juga mencakup studi banding dan kunjungan langsung ke lapangan.

"Melalui kunjungan tersebut, delegasi negara anggota ASEAN diharapkan dapat mempelajari praktik pengelolaan koperasi yang berhasil untuk diterapkan sesuai dengan kondisi masing-masing negara," tutur Dian. Dikatakan, upaya kolektif ini diharapkan mampu mendongkrak kapasitas kelembagaan ekonomi petani kecil di seluruh kawasan Asia Tenggara. (P-Ant/ht)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami