Lompat ke konten
Senin, 12 Oktober 2026
Breaking
MEGAPOLITANJakarta

Keputusan Ganjil-Genap Jakarta Menunggu Proyek MRT Jalur Kota Tua Rampung

Harley DT2 menit baca
Bagikan
Keputusan Ganjil-Genap Jakarta Menunggu Proyek MRT Jalur Kota Tua Rampung
Situasi arus lalulintas di Jalan Hayam Wuruk yang terganggu lantaran adanya proyek pembangunan rel kereta MRT di kawasan menuju Kota Tua tersebut. (Courtesy: Antara)

PRIORITAS, 12/10/26 (Jakarta): Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan, keputusan terkait keberlanjutan kebijakan ganjil-genap (gage) di Ibu Kota, khususnya di ruas Jalan Hayam Wuruk-Gajah Mada, baru akan diputuskan setelah pembangunan jalur Moda Raya Terpadu (MRT) hingga ke Kota Tua selesai sepenuhnya.

Langkah tersebut diambil guna memastikan stabilitas mobilitas transportasi publik dan menghindari gangguan lalu lintas yang lebih parah akibat proyek infrastruktur yang masih berjalan.

"Tentunya kalau saya jawab sekarang, saya tidak melihat kenyataan yang ada," ujar Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Senin (12/10/26).

Hal itu mengemuka lantaran adanya keluhan pengguna jalan dan pelaku usaha di kawasan menuju Kota Tua yang mengalami kemacetan parah di jalan tersebut. Papa pelaku usaha, terutama pedagang, mengeluhkan turunnya omset penjualan.

Mereka menghendaki penerapan aturan ganjil-genap di Kawasan tersebut ditiadakan.

Target Operasional Proyek MRT Jakarta

Diungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini tengah memprioritaskan penyelesaian proyek strategis nasional ini secara bertahap.

Target 2027: Jalur MRT rute Lebak Bulus menuju kawasan Harmoni dan Monas diharapkan sudah dapat beroperasi penuh.

Target 2029: Seluruh pengerjaan jalur MRT yang membentang dari Pondok Labu hingga Stasiun Kota Tua ditargetkan rampung total.

Pramono optimistis bahwa setelah proyek MRT Fase 2 hingga Stasiun Kota Tua ini selesai, titik kemacetan parah di sepanjang area konstruksi akan terurai dengan sendirinya.

Hal itulah yang menjadi tolok ukur utama sebelum regulasi pembatasan kendaraan ganjil-genap dievaluasi kembali.

“Begitu saya cabut kebijakan ini, ternyata belum selesai sampai dengan Kota Tua, pasti lalu lintas ataupun transportasinya juga terganggu," jelasnya, seperti dilansir dari Antara.

Evaluasi Ketat Ruas Jalan Terdampak Konduksi

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta bersama Dinas Perhubungan sedang melakukan kajian intensif mengenai efektivitas ganjil-genap, khususnya di kawasan yang paling terdampak oleh sisa pengerjaan proyek MRT.

Beberapa titik krusial di Jakarta Pusat yang masuk dalam radar evaluasi meliputi Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk.

Menurut Pramono, pola pergerakan lalu lintas di jalan-jalan protokol tersebut dipastikan berubah drastis setelah infrastruktur MRT terintegrasi.

Oleh karena itu, kajian mendalam diperlukan sebelum pemerintah mengeluarkan keputusan final apakah kebijakan ganjil-genap di kawasan tersebut akan dimodifikasi, dilanjutkan, atau justru dihapus. (P-Ant/hdt)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami