Israel siaga berperang dengan Iran

Jeffry Wuisan
Senin, 16 Februari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 16/2/26 (Jerusalem):  Israel sudah siaga dan siap menghadapi peperangan besar berkepanjangan dengan Iran. Ini menjadi antisipasi Israel jika perundingan Amerika Serikat dan Iran di Jenewa, Swiss, gagal menghasilkan kesepakatan konkrit sesuai tuntutan AS.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Ynetnews, hari Senin (16/2/2026), selain Iran, militer Israel juga sudah bersiap menghadapi potensi konflik multi-front, baik dari militan Hamas yang tersisa di Gaza dan Tepi Barat, Hizbullah di Lebanon serta Houthi di Yaman.

Negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlanjut pada hari Selasa di Jenewa, Swiss, bertepatan dengan dimulainya bulan suci Ramadhan.

Meski begitu, para pejabat pertahanan Israel memperingatkan akan meningkatnya ketegangan menjadi konflik regional yang lebih luas.

Para pejabat keamanan Israel sudah mempersiapkan diri untuk apa yang mereka gambarkan sebagai periode berpotensi bergejolak.

Israel Defence Forces (IDF) atau Pasukan Pertahanan Israel, mengumumkan pernyataan yang menekankan kesiagaan di sepanjang semua perbatasan.

Pasukan Israel disebutkan siap dalam pertahanan dan penyerangan serta memantau dengan cermat perkembangan di seluruh Timur Tengah.

 

AS dukung serangan Israel

Iran kemungkinan besar akan menyerang Israel dengan tembakan ratusan peluru kendali balistik, jika AS jadi menyerang Iran.

Untuk mengantisipasi serangan udara Iran itu, Israel telah menyiapkan unit pertahanan udara Israel terdiri dari tujuh batalion.

Mereka beroperasi di lima lapisan pertahanan, berada dalam keadaan siaga bersama pasukan AS dan potensi mitra lainnya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sudah mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu,  ia akan mendukung serangan Israel terhadap program dan pangkalan rudal balistik Iran,  jika kesepakatan diplomatik tidak tercapai.

Laporan tersebut mengatakan para pejabat militer dan intelijen senior AS sejak itu,  telah membahas bagaimana Washington dapat membantu, termasuk melalui pengisian bahan bakar jet tempur di udara dan pengamanan izin penerbangan lintas wilayah.

Menurut sumber tersebut, jika Iran dianggap menunda negosiasi tanpa keseriusan, AS dapat beralih ke tindakan militer.

Koordinasi erat sedang berlangsung antara Israel dan AS mengenai kemungkinan skenario, termasuk permintaan AS untuk tindakan bersama, permintaan agar Israel menahan diri dari keterlibatan, atau otorisasi untuk serangan Israel terhadap infrastruktur rudal balistik.

 

Kesalahan besar

PM Netanyahu juga menyampaikan peringatan kepada Iran jika menyerang Israel. “Para prajurit heroik kita membela Israel dengan keberanian luar biasa,” katanya.

Netanyahu tidak secara terbuka memaparkan bagaimana tindakannya membalas serangan Iran. Tetapi dia menegaskan setiap upaya Iran untuk mencelakai Israel akan ditanggapi dengan tegas. “Itu akan menjadi kesalahan besar, satu kesalahan yang terlalu banyak”, tekannya.

PM Israel mengatakan dia skeptis terhadap perundingan AS dan Iran, namun kesepakatan itu menurut dia harus mencakup pengeluaran material yang telah diperkaya dari Iran.

“Tidak akan ada kemampuan pengayaan – bukan hanya menghentikan proses pengayaan, tetapi membongkar peralatan dan infrastruktur yang memungkinkan Anda untuk melakukan pengayaan sejak awal,” katanya.

Iran dan AS melanjutkan negosiasi hari Selasa ini,  untuk mengatasi perselisihan mereka yang telah berlangsung selama beberapa dekade mengenai program nuklir dan mencegah konfrontasi militer baru.

AS telah mengirimkan armada kapal induk kedua ke wilayah tersebut dan sedang mempersiapkan kemungkinan kampanye militer berkelanjutan jika pembicaraan tidak berhasil.

Selain kembali menyerang Iran, pasukan AS dan Israel diduga juga akan melakukan operasi militer terhadap Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman serta milisi pro-Iran di Irak.

Tiga proksi Iran itu sudah mengeluarkan ancaman dalam beberapa pekan terakhir, memperingatkan konsekuensi jika Iran diserang.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025