PRIORITAS, 23/8/26 (Gorontalo): Pemerintah Provinsi Gorontalo menggenjot realisasi investasi dengan memperkuat kemitraan antara perusahaan besar dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah tersebut menjadi strategi pemerintah daerah untuk memperluas dampak investasi terhadap perekonomian masyarakat.
Hal itu terungkap dalam acara fasilitasi kemitraan penanaman modal antara usaha besar dan UMKM yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Gorontalo di ballroom Hotel UTC Damhil Kota Gorontalo, Kamis (20/8/26)
Gubernur Gusnar Ismail dalam sambutannya mengatakan, hingga triwulan II 2026, realisasi investasi di Gorontalo mencapai Rp1,84 triliun. Namun, angka tersebut masih jauh dari target investasi tahun ini sebesar Rp5,88 triliun.
Dorong UMKM masuk rantai investasi
Menurut Gusnar, kebijakan Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI Nomor 3 Tahun 2025 menjadi instrumen untuk membangun ekosistem kolaborasi investasi di daerah. Melalui pola tersebut, investor dan perusahaan besar dapat bekerja sama dengan UMKM lokal. Kemitraan itu kiranya menciptakan nilai tambah dan membuka lebih banyak kesempatan usaha.
Gusnar menilai investasi tidak boleh hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan. Investasi juga harus memberi dampak terhadap pemerataan ekonomi masyarakat Gorontalo. Ia mendorong UMKM masuk dalam berbagai mata rantai kegiatan investasi. Perannya dapat mencakup pemasok bahan baku, penyedia jasa pendukung, pengolah hasil produksi, hingga pemasaran dan ekspor.
Potensi pertanian hingga pariwisata
Gusnar mengatakan pola kemitraan tersebut sesuai dengan potensi ekonomi Gorontalo. Ia menilai, beberapa sektor yang memiliki peluang besar ialah pertanian, perikanan, pertambangan, pariwisata, dan perdagangan.
Menurut dia, perusahaan yang menanamkan modal di Gorontalo harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah. Perusahaan kiranya dapat menarik dan mengembangkan pelaku usaha lokal agar manfaat investasi tidak berhenti pada kegiatan perusahaan.
Selain kemitraan, Pemprov Gorontalo juga mendorong penyelenggaraan kegiatan berskala nasional di daerah. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan perputaran ekonomi sekaligus pendapatan UMKM.
Kerja sama UMKM capai Rp56,7 miliar
Gusnar mengatakan Pemprov Gorontalo terus melobi kementerian agar kegiatan dan pertemuan tingkat nasional berlangsung di daerah tersebut. Menurut dia, kegiatan berskala nasional dapat mendatangkan aktivitas ekonomi baru dan membuka peluang bagi pelaku UMKM.
Pemprov Gorontalo juga menyambut baik kemitraan perusahaan dengan UMKM yang telah berjalan. Pemerintah kini mendorong kemitraan tersebut memiliki konsep yang legal dan terukur.
Dalam kegiatan fasilitasi kemitraan penanaman modal, sejumlah perusahaan menandatangani kesepakatan kerja sama dengan UMKM. Perusahaan tersebut meliputi PT Royal Coconut, PT Seger Agro Nusantara, PT Inti Cakrawala Citra, Hotel UTC Damhil, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
Total nilai kerja sama kemitraan yang ditandatangani mencapai Rp56,7 miliar. Pemerintah berharap pola tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak UMKM menikmati dampak investasi di Gorontalo. (P-*Ant/sm)








