Lompat ke konten
Minggu, 18 Oktober 2026
Breaking
PertanianPeternakanDAERAH

Investasi Rp590 miliar masuk Gorontalo Utara, pabrik pakan ayam siapkan ribuan lapangan kerja

Semuel Muhaling2 menit baca
Bagikan
Pabrik pakan ayam
Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf. (P-SS/IG/kominfogorutkab)

PRIORITAS, 30/8/26 (Gorontalo Utara): Rencana pembangunan pabrik pakan ayam di Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, segera memasuki tahap pelaksanaan pada September 2026.

Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjana Hasan Yusuf mengatakan pembangunan pabrik tersebut menjadi bagian dari program hilirisasi industri ternak ayam terintegrasi yang berpotensi membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

Menurut Nurjana, target program tersebut menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja. Dari jumlah itu, alokasi bagi warga lokal mencapai lebih dari 1.000 posisi.

“Pemerintah daerah akan mengawal rekrutmen tersebut sebagai upaya menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan baru bagi warga lokal,” kata Nurjana di Gorontalo Utara, Minggu (30/8/2026).

Ribuan tenaga kerja lokal jadi sasaran

Nurjana menilai pembangunan industri ternak ayam terintegrasi tidak hanya akan memberikan dampak pada sektor ketenagakerjaan. Ia berharap kehadiran industri tersebut juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Gorontalo Utara secara lebih signifikan.

Ia mengatakan pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat lokal mendapatkan manfaat langsung dari investasi tersebut. Karena itu, proses perekrutan tenaga kerja akan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.

Pabrik pakan ayam di Kecamatan Anggrek juga, menurutnya, menjadi bagian penting dalam pembangunan ekosistem peternakan dari sektor hulu hingga hilir.

Ekosistem tersebut mencakup penyediaan bibit ayam, pakan, pembesaran ayam, pengelolaan pascapanen, hingga pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU).

Jagung lokal berpeluang terserap lebih

Selain menciptakan lapangan kerja, keberadaan industri pakan ayam, Nurjanah berharap mampu memperkuat pemanfaatan komoditas jagung yang menjadi salah satu hasil pertanian utama Gorontalo.

Nurjana mengatakan industri tersebut dapat membuka peluang lebih besar bagi petani jagung untuk memasok bahan baku pakan. Peluang ekonomi juga terbuka bagi peternak, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta koperasi.

Jagung merupakan bahan baku dominan dalam komposisi pakan ayam, dengan kebutuhan sekitar 40 hingga 60 persen. Kondisi ini ia nilai dapat membantu menyerap hasil produksi jagung petani di daerah.

Provinsi Gorontalo sendiri menargetkan produksi jagung mencapai 1,5 juta ton pada 2026. Dengan adanya industri pakan, hasil panen petani kiranya memiliki pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Rp590 miliar bangun ekosistem ternak

Melansir Antara News, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan pabrik pakan ayam terintegrasi tersebut. Nilai investasi program hilirisasi itu diperkirakan mencapai Rp590 miliar.

Investasi tersebut tidak hanya mencakup pembangunan pabrik pakan, tetapi juga pengembangan Day Old Chick (DOC), bibit ayam, pembesaran ayam, hingga fasilitas pembekuan daging ayam dan RPHU.

Nurjana optimistis pengembangan industri ternak ayam secara terintegrasi dapat menjadikan Gorontalo Utara sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sulawesi.

Ia juga berharap daerah tersebut dapat berkembang sebagai sentra penghasil unggas yang ikut mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Dukungan masyarakat untuk memperlancar proses pembangunan pabrik tersebut di wilayah Kecamatan Anggrek tentu sangat diperlukan,” ujar Nurjana.

Dengan pembangunan industri dari hulu hingga hilir, pemerintah daerah berharap manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga menyebar kepada tenaga kerja, petani, peternak, UMKM, koperasi, dan masyarakat Gorontalo Utara secara luas. (P-*Ant/sm)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami