PRIORITAS, 28/08/26 (Gorontalo): Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, mulai membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Pembangunan ditandai peletakan batu pertama di Desa Tolinggula Pantai, Kecamatan Tolinggula, Kamis, 27 Agustus 2026.
Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu melakukan peletakan batu pertama pembangunan tersebut. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan KNMP berlangsung di 16 lokasi pesisir.
Thariq mengatakan pemerintah daerah memperjuangkan alokasi program tersebut sejak tingkat pusat. Ia bahkan dua kali mendatangi Jakarta untuk bertemu Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Alhamdulillah kita berhasil mendapatkan alokasi 16 titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih,” kata Thariq.
Menurut Thariq, pemerintah daerah juga memastikan kesiapan lokasi dan lahan. Upaya tersebut menjadi bagian dari proses mendapatkan program KNMP.
Gorontalo Utara mendapat 16 titik
Thariq mengatakan pemerintah pusat memprogramkan sekitar 1.200 KNMP secara nasional. Dari jumlah tersebut, Gorontalo Utara memperoleh alokasi 16 titik.
Program tersebut menjadi prioritas karena Gorontalo Utara memiliki wilayah laut yang luas. Sebagian masyarakat pesisir juga menggantungkan kehidupan dari sektor kelautan dan perikanan.
Pemerintah daerah sebelumnya telah menyiapkan percepatan pembangunan pada 16 lokasi. Delapan desa masuk tahap awal pelaksanaan pembangunan.
Delapan lokasi tersebut meliputi Desa Tolinggula Pantai, Kasia, Bulontio Barat, Hutokalo, Kota Jin Utara, Imana, Dumolodo, dan Langge.
Dua penyedia pembangunan mendapat tugas mengerjakan delapan lokasi tahap awal. Keduanya ialah CV Theresa Putri Permata dan PT Tata Sejahtera Indonesia.
Nilai pembangunan mencapai Rp65 miliar
Data Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menyebut pembangunan KNMP tahap III mendapat anggaran sekitar Rp65 miliar.
Anggaran tersebut mendukung pembangunan di 16 lokasi desa pesisir. Pemerintah membagi sejumlah lokasi sebagai hub dan lokasi lainnya sebagai kawasan penyangga.
Pembangunan tidak hanya menyasar kawasan permukiman nelayan. Pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk menunjang aktivitas dan produktivitas nelayan.
Fasilitas tersebut antara lain cold storage, dermaga modern, tambat labuh, dan tempat tambatan perahu. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung lainnya.
Thariq meminta masyarakat ikut mengawasi proses pembangunan. Ia berharap seluruh pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan memberi manfaat bagi nelayan.
“Bangunan bagus, hasil tangkap bagus, baru nelayan bisa memperoleh manfaat yang besar,” ujar Thariq.
Minta nelayan siap tingkatkan produksi
Thariq meminta para nelayan mempersiapkan diri menyambut hadirnya berbagai fasilitas KNMP. Menurut dia, pembangunan fisik harus berjalan bersama peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, nelayan perlu meningkatkan produktivitas setelah fasilitas tersebut beroperasi. Pemerintah daerah juga menyiapkan program pendukung sektor kelautan dan perikanan.
Salah satunya melalui konsep “Temani Laut”. Program tersebut diarahkan untuk memulihkan ekosistem laut dan memperkuat habitat ikan.
Konsep tersebut mencakup pembuatan kawasan habitat ikan dan restorasi terumbu karang. Dengan demikian, pembangunan KNMP berjalan bersama upaya menjaga sumber daya laut.
Pemerintah berharap peningkatan ekosistem laut dapat mendukung hasil tangkapan nelayan. Kondisi tersebut kemudian diharapkan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Berawal dari perjuangan Pemda
Pembangunan KNMP di Gorontalo Utara melalui proses panjang. Pemerintah daerah sebelumnya mengusulkan program tersebut kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pada April 2026, Thariq menerima tim survei Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tim tersebut melakukan survei lokasi pembangunan KNMP di wilayah Gorontalo Utara.
Thariq sebelumnya menyebut pemerintah daerah mengantarkan langsung proposal KNMP ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pemerintah kemudian memastikan kesiapan lahan dan lokasi.
Proses tersebut akhirnya menghasilkan alokasi 16 titik pembangunan. Pemerintah daerah selanjutnya mendorong percepatan pelaksanaan program tersebut.
Pada Juli 2026, pemerintah daerah berkoordinasi dengan penyedia pembangunan. Pemerintah juga melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan serta PPN Kwandang.
Koordinasi tersebut bertujuan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Pemerintah juga meminta dukungan pemerintah kecamatan dan desa.
Siapkan pengawasan dan penganggaran
Melansir sejumlah media, selain pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara memperkuat aspek penganggaran. Pemkab Gorut berkonsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Gorontalo.
Konsultasi tersebut membahas rencana penganggaran KNMP dan rehabilitasi tambatan perahu. Pembahasan berkaitan dengan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Perhubungan, serta Bappeda.
Pemkab Gorontalo Utara meminta penjelasan terkait beberapa aspek penganggaran. Termasuk pembangunan KNMP dan perbaikan tambatan perahu yang belum masuk nomenklatur Renstra dan Renja OPD.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penganggaran berjalan tepat sasaran. Pemerintah juga ingin memastikan pelaksanaan program sesuai ketentuan.
KNMP jadi penggerak ekonomi pesisir
Thariq berharap pembangunan KNMP menjadi bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat. Pemerintah ingin mengoptimalkan potensi darat dan laut di wilayah utara Gorontalo.
Keberadaan cold storage dan fasilitas perikanan dapat mendukung aktivitas nelayan. Fasilitas tersebut juga dapat membantu pengelolaan hasil tangkapan setelah nelayan kembali melaut.
Selain itu, dermaga dan tambatan perahu dapat mendukung aktivitas transportasi masyarakat pesisir. Pemerintah berharap berbagai fasilitas tersebut meningkatkan produktivitas kawasan nelayan.
Namun, pemerintah juga meminta masyarakat menjaga fasilitas yang telah dibangun. Pengawasan masyarakat menjadi bagian penting agar program strategis tersebut memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Dengan pembangunan 16 titik, pemerintah berharap kawasan pesisir Gorontalo Utara semakin berkembang. Program tersebut juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor kelautan dan perikanan. (P-*/sm)








