
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Disdukcapil KB) Daerah Sulut, Christodharma Sondakh (kanan), menyaksikan penyerahan paket bantuan kepada Keluarga Risiko Stunting menandai dimulainya pelaksanaan Pekan Genting di Sulawesi Utara.

PRIORITAS, 11/8/26 (Manado) : Memperkuat komitmen membangun Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai visi-misi Gubernur Yulius Selvanus, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Tahun 2026.
Gerakan ini diperkuat melalui Aksi Mapalus Cegah Stunting sebagai bagian dukungan terhadap arah pembangunan daerah, khususnya Misi Kedua Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, sekaligus mendukung terwujudnya visi “Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”
Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, mengatakan hal itu saat membuka kick off Pekan Genting Tingkat Provinsi, di Ruangan Maesa, Kantor Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi, Senin (10/08/2026).

Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Disdukcapil KB) Daerah Provinsi Sulut, Christodharma Sondakh mengatakan, pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan dan pemenuhan gizi, menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, produktif, berkualitas dan memiliki daya saing; menjadi investasi jangka panjang.
“Makanya Genting di Sulawesi Utara diperkuat melalui Aksi Mapalus Cegah Stunting, dengan mengangkat nilai luhur masyarakat, yakni semangat saling membantu, saling menopang dan bekerja bersama,” ujar Sondakh yang membawakan sambutan mewakili Pemprov Sulut.
Melalui semangat Mapalus, pencegahan stunting didorong menjadi gerakan bersama yang tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tapi juga melibatkan legislatif, dunia usaha, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, serta seluruh mitra pembangunan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan dukungan yang lebih nyata dan berkelanjutan bagi keluarga yang membutuhkan, terutama Keluarga Risiko Stunting (KRS).
Diharapkan, Pekan Genting tak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tapi mampu berkembang menjadi gerakan kepedulian yang menghadirkan pendampingan dan dukungan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Melalui penguatan Genting dan Aksi Mapalus Cegah Stunting, Pemprov Sulut menegaskan upaya yang dilakukan hari ini merupakan investasi bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan menjadi salah satu kekuatan dalam mewujudkan generasi Sulawesi Utara yang semakin berkualitas, sekaligus mendukung terwujudnya Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut turut dilakukan penyerahan paket bantuan kepada Keluarga Risiko Stunting sebagai simbol dimulainya pelaksanaan Pekan Genting di Provinsi Sulawesi Utara. Keluarga penerima manfaat juga diajak menjadi bagian aktif gerakan bersama tersebut.
Mereka tidak hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan, tetapi menjadi bagian penting dalam upaya menjaga tumbuh kembang dan masa depan anak-anak Sulawesi Utara.(P/dg)

