
Warga melakukan evakuasi mandiri ketika terjadi gempa di Pantai Tondo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). (‘Courtessy’ Antara Foto/Basri Marzuki/tom/am)PRIORITAS, 16/6/26 (Palu): Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 109 jiwa terdampak, sementara 32 orang mengalami luka-luka akibat bencana yang terjadi pada pertengahan Juni 2026 tersebut.
Dilansir dari berbagai media, data sementara yang dihimpun pemerintah menunjukkan korban dan kerusakan tersebar di sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, serta Kota Palu yang turut merasakan guncangan kuat dari gempa tersebut. Pendataan masih terus dilakukan karena sejumlah laporan dari lapangan masih berkembang.

BNPB mengungkapkan sebagian besar korban luka mengalami cedera akibat tertimpa material bangunan yang rusak saat gempa terjadi. Tim medis bersama aparat penanggulangan bencana telah dikerahkan untuk memberikan penanganan kepada para korban.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, peristiwa ini menimbulkan kepanikan di sejumlah daerah. Warga berhamburan keluar rumah dan bangunan saat guncangan kuat dirasakan selama beberapa detik. Proses evakuasi dan pemeriksaan kesehatan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang belum terdata.
Selain korban luka, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan bangunan publik. Di Kabupaten Parigi Moutong, sedikitnya belasan rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
Sementara di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, beberapa bangunan mengalami retakan dan kerusakan struktural akibat kuatnya guncangan. Tim teknis masih melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas umum untuk memastikan keamanan bangunan yang masih digunakan masyarakat.
Sebagai langkah penanganan darurat, BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke wilayah terdampak. Tim tersebut bertugas melakukan asesmen kerusakan, pendataan korban, serta menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak, termasuk layanan kesehatan, logistik, dan tempat penampungan sementara apabila diperlukan. Upaya pemulihan dilakukan secara bertahap sesuai hasil pendataan di lapangan.

BMKG dan BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan serius hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Masyarakat juga diminta hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait guna menghindari penyebaran informasi yang tidak benar yang dapat menimbulkan kepanikan baru di tengah masyarakat.
Seiring berjalannya proses tanggap darurat, pemerintah kini memfokuskan perhatian pada pemulihan kondisi warga terdampak dan perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan. Pendataan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Gempa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat Sulawesi Tengah yang berada di kawasan rawan aktivitas seismik. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.(P-sm)

