Tetap eksis. Proses cetak Koran Pikiran Rakyat Bandung. (dok. PR)PRIORITAS, 24/3/2026 (Bandung): Harian Umum Pikiran Rakyat genap berusia 60 tahun pada 24 Maret 2026 hari ini. Selama enam dekade, media ini telah menjadi salah satu ikon pers di Jawa Barat yang konsisten menyebarkan informasi kepada masyarakat.
Cikal bakal Pikiran Rakyat berawal dari inisiatif para wartawan di Bandung yang pada 24 Maret 1966 menerbitkan Harian Angkatan Bersenjata Edisi Jawa Barat dengan nama kecil “Pikiran Rakjat”. Alhasil, dari kantor di jalan Raya Timur No. 33 Bandung (sekarang jalan Asia Afrika No.133 Bandung), suratkabar ini pun mulai terbit. Tanggal tersebut dipilih bertepatan dengan momentum Bandung Lautan Api sebagai simbol semangat perjuangan.
Tokoh seperti Sakti Alamsyah menjadi motor penggerak awal bersama rekan-rekannya. Dalam keterbatasan, para wartawan bahkan merangkap sebagai tenaga pemasaran dan bekerja dengan fasilitas minim, termasuk mencetak koran hanya empat halaman.
Seiring berjalannya waktu, setelah aturan afiliasi media dicabut, surat kabar ini kembali menggunakan nama Pikiran Rakjat dengan moto “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat”. Pada 1967, dibentuk Yayasan Pikiran Rakjat sebagai badan hukum, yang kemudian berubah menjadi PT Pikiran Rakyat Bandung pada 1973.
Perkembangan terus terjadi, mulai dari peningkatan tiras, perluasan distribusi hingga ke berbagai kota di Indonesia, hingga modernisasi teknologi percetakan. Pada era 1970–1980-an, Pikiran Rakyat bahkan sempat beredar secara nasional sebelum kembali fokus sebagai koran regional Jawa Barat.
Memasuki era digital, Pikiran Rakyat bertransformasi melalui platform online dan media sosial untuk menjawab perubahan lanskap informasi. Kehadiran jaringan digital memperkuat eksistensinya di tengah persaingan media modern.
Dari masa penuh keterbatasan hingga menjadi media terkemuka, perjalanan Pikiran Rakyat menunjukkan konsistensi, semangat kebersamaan, serta komitmen dalam menyuarakan kepentingan masyarakat selama 60 tahun.
Tangan dingin Januar Ruswita
Keberlanjutan Harian Umum Pikiran Rakyat tak lepas dari visi dan cara pandang H. Januar Primadi Ruswita. Ia memainkan peran sentral dalam arah operasional dan strategi bisnis Pikiran Rakyat di tengah tantangan industri media modern. Ia menjadi figur yang menjembatani warisan sejarah para perintis dengan kebutuhan transformasi digital saat ini.
Yapi-begitu dia akrab disapa-kini menjabat sebagai Pemimpin Umum Harian Umum Pikiran Rakyat sekaligus Komisaris PT Pikiran Rakyat Bandung.
Di tingkat nasional, ia juga dipercaya sebagai Ketua Umum Serikat Perusahaan Pers periode 2023–2027, setelah terpilih secara aklamasi pada Kongres di Medan Sumatera Utara, 7 Februari 2023.
Dalam kapasitasnya tersebut, Januar aktif menyuarakan isu strategis industri pers, termasuk mendorong kebijakan penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) bagi perusahaan media guna memperkuat keberlangsungan industri di era digital.
Di internal perusahaan, ia berperan dalam mengawal transformasi digital melalui pengembangan Pikiran Rakyat Media Network. Ia menekankan pentingnya integrasi media cetak ke dalam ekosistem digital sebagai langkah menjaga relevansi sekaligus mempertahankan kredibilitas informasi.
Januar juga dikenal sebagai penerus estafet perjuangan pendiri, sebagai putra dari almarhum Atang Ruswita. Hal ini menjadikannya simbol keberlanjutan nilai-nilai idealisme Pikiran Rakyat yang mengusung semangat “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat”.
Dalam momentum peringatan 60 tahun Pikiran Rakyat pada 24 Maret 2026, Januar menegaskan bahwa di tengah derasnya arus digitalisasi, kepercayaan publik tetap menjadi aset utama media. Menurutnya, kualitas konten dan netralitas harus terus dijaga agar media tetap relevan dan dipercaya masyarakat.(P-*/bwl)