Danantara siapkan sejumlah perusahaan BUMN untuk IPO dalam kurun enam hingga 12 bulan

Zamir Ambia
Senin, 10 Agustus 2026
EKBIS NEWS 0 263
2 menit membaca

PRIORITAS, 10/8/26 (Jakarta): Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) tengah mempersiapkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) untuk sejumlah perusahaan BUMN dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan mendatang.


Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir menyampaikan, proses persiapan IPO tersebut akan dilakukan melalui PT Danantara Asset Management (DAM).

Menurut Pandu, rencana tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan likuiditas pasar modal Indonesia. Namun, ia belum dapat memastikan perusahaan BUMN yang akan melakukan IPO maupun jadwal pelaksanaannya.

“Prosesnya ada di dalam DAM, insyaallah kita bisa fokus 6-12 bulan ke depan. Ada proses juga nanti dalam Bursa, niatnya juga untuk menambah likuiditas ke pasar modal Indonesia,” ucap Pandu setelah menghadiri peluncuran ETF Emas di Gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8/26).


Pandu menyebutkan, penjelasan lebih rinci terkait rencana IPO sejumlah BUMN nantinya akan disampaikan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria.

“Untuk itu nanti tunggu dari DAM, nanti juga dari sisi Pak Dony bisa komunikasi langsung,” ucap Pandu.

Sebelumnya, Dony menyampaikan bahwa terdapat sejumlah perusahaan BUMN yang dinilai memiliki potensi untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema IPO.

Beberapa perusahaan dan holding BUMN yang disebut berpeluang melakukan IPO di antaranya PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), serta PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).

“Banyak perusahaan kita (BUMN) yang bagus. Masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia, dan banyak, ada Pelindo, ada Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan yang secara market cap bagus untuk kita IPO-kan,” imbuh Dony.

Transformasi BUMN 

Dony mengungkapkan, agenda IPO tersebut telah masuk dalam peta jalan (roadmap) transformasi BUMN yang disusun untuk lima tahun ke depan.

Ia menuturkan, Danantara nantinya akan menetapkan perusahaan BUMN yang akan diarahkan untuk menjalin kemitraan strategis, melaksanakan IPO, maupun mempertahankan status sebagai perusahaan tertutup.

“Mana yang akan kita strategic partnership, mana yang akan kita IPO, mana kita tetap tertutup, nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan. Arahnya tentu sebagai milik negara. Kemudian yang terakhir nanti baru kita menjadikan itu potential target yang lebih tinggi lagi,” ucap Dony. (P-*r/Zamir Ambia)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan