Lompat ke konten
Senin, 12 Oktober 2026
Breaking
HEADLINE NEWSHUMANIORABencanaCuacaKemanusiaan

Aksi remaja berkostum Superman padamkan kebakaran hutan di Kalimantan curi perhatian dunia

Giovanni Riung1 menit baca
Bagikan
Screenshot 2026-08-21 at 19.48.34
Rudiansyah, remaja 16 tahun asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mencuri perhatian saat ikut membantu memadamkan kebakaran hutan (Reuters).

PRIORITAS, 21/8/26 (Kalimantan): Aksi heroik seorang remaja asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menyedot perhatian media internasional. Rudiyansah (16) mendadak viral setelah aksinya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengenakan kostum Superman beredar luas. Bahkan, kantor berita Reuters dan media Amerika Serikat, The Washington Post, turut memberitakan aksi tersebut.

Dalam video yang beredar, Rudiyansah tampak memanggul selang air dan menyemprotkannya ke lahan gambut yang membara. Sementara itu, suasana di sekitarnya terlihat pekat oleh asap abu-abu tanpa sisa vegetasi hijau seperti dilansir dari Reuters.

Motivasi pahlawan cilik berjubah

Rudiyansah mengaku tergerak secara sukarela untuk membantu ayahnya, Mulyadi, serta para relawan lokal. Selain itu, fenomena El Nino tahun ini memang membuat dampak karhutla di wilayahnya semakin parah. Oleh karena itu, ia memutuskan turun ke lapangan untuk memadamkan api yang kian mendekati permukiman.

"Kostum ini sudah lama saya beli. Daripada tidak terpakai, jadi lebih baik saya gunakan untuk membantu memadamkan api," ujar Rudiyansah.

Selanjutnya, ia menambahkan bahwa aksi ini ia lakukan sepulang sekolah untuk mengisi waktu luang. Sang ayah pun membenarkan bahwa putranya selalu sigap turun ke lapangan setiap kali fenomena karhutla melanda kawasan tempat tinggal mereka.

Kondisi karhutla palangka raya kian meluas

Aksi unik Rudiyansah ini terjadi di tengah situasi karhutla yang kian mengkhawatirkan di Kalimantan Tengah. Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Palangka Raya, puluhan hektare lahan gambut di Kecamatan Jekan Raya telah terbakar sejak pertengahan Agustus 2026.

Akibat sulitnya akses titik air di tengah hutan, petugas akhirnya harus mengandalkan helikopter water bombing. Selain itu, tingginya intensitas kebakaran sejak Juli 2026 membuat para petugas dan relawan kewalahan. Bahkan, beberapa petugas sempat mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap pekat di lokasi kebakaran.  (P-Gio R)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami