PRIORITAS, 11/10/26 (Jakarta): Ya, kembali suara protes karena Karhutla datang dari negeri tetangga. Namun, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Listyo Sigit Prabowo menyatakan, pemerintah RI telah berupaya maksimal untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi hingga Oktober 2026 ini.
Mantan Kapolri ini menyebut pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk penanganan Karhutla, termasuk mengerahkan Satgas Udara dan Darat. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pun dilakukan di daerah terdampak kebakaran.
Persiapkan Badan Restorasi Gambut
Disebut dia, pemerintah juga memperbaiki regulasi dan mempersiapkan Badan Restorasi Gambut untuk penanganan dan pencegahan Karhutla dalam jangka panjang.
"Termasuk bagaimana mempersiapkan Badan Restorasi Gambut menjadi badan lebih fleksibel menghadapi mencegah karhutla," katanya seperti dalam tim liputan KompasTV, Minggu (11/10/26).
Dalam pada itu, Menko Polkam Dudung Abdurrachman menyebut pemerintah juga mengerahkan berbagai teknologi untuk pemadaman karhutla di Kalimantan dan Sumatera.
Bantuan cairan khusus dari Brasil
Guna memadamkan kebakaran di lahan gambut, Dudung menyebut pemerintah mendapatkan bantuan cairan khusus dari Brasil. Cairan ini disebutnya efektif memadamkan api di dalam lahan gambut.
"Kebetulan ada bantuan dari Brasil cairan kalau disemprotkan mengendap," kata Dudung yang mantan KSP.
Sampai negara tetangga
Adapun Karhutla yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera selama berbulan-bulan diketahui telah mengirim kabut asap ke negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura.
Dan pada Kamis (8/10/26), Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pun menelepon Presiden RI Prabowo SUbianto sehubungan dampak kabut asap. Anwar meminta Indonesia segera mengambil langkah efektif untuk mengatasi kabut asap.
βSituasi kabut asap yang semakin memburuk sangat mengkhawatirkan, terutama dampaknya terhadap kesehatan masyarakat,β kata Anwar Ibrahim dikutip AP, dilansir Kompas.tv.
Sesudah telepon Anwar Ibrahim tersebut, Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan Menlu Malaysia Mohamad Asap untuk menjelaskan penanganan karhutla.
Lalu kepada pemerintah Malaysia Arrmanatha Nasir menyatakan Indonesia mengerahkan sumber daya skala besar untuk memadamkan kebakaran. Selain personel gabungan, operasi udara juga diperkuat dengan mengerahkan puluhan armada helikopter dan pesawat.Β
"Ya kita sudah berkomunikasi dengan (Malaysia), dari saya sudah berbicara juga dengan Menteri Luar Negeri Malaysia, dan juga kita sudah jelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia," kata Arrmanatha Nasir, Sabtu (10/10/26) kemarin. (P-*/sel)








