Presiden Trump indikasikan AS segera menyerang Iran

Jeffry Wuisan
Selasa, 13 Januari 2026
5 menit membaca

PRIORITAS, 13/1/26 (Washington):  Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang mengindikasikan pasukan AS segera melakukan  penyerangan terhadap Iran, menyusul tewasnya belasan ribu pengunjukrasa di negara tersebut.

“Saya telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai pembunuhan demonstran yang tidak masuk akal berhenti. Bantuan sedang dalam perjalanan. MIGA !!!,” kata Trump di akun Truthsocial, seperti dikutip Beritaprioritas.com, Selasa malam (13/1/2026).

Bantuan yang disebutkan Trump itu, memang tidak dijelaskan secara rinci, namun dapat dimaknai sebagai ‘serangan’ militer.

Selama sepekan terakhir ini, Presiden Amerika Serikat itu sudah beberapa kali memberi peringatan akan melakukan serangan militer, jika penguasa Iran melakukan penindasan atau pembunuhan terhadap para pendemo.

Selain menjanjikan indikasi serangan, Trump juga meminta para pengunjukrasa di Iran untuk tetap melakukan aksi protes terhadap pemerintahnya, termasuk mencatat identitas para pembunuh di negara itu.

“Patriot Iran, terus berprotes – rebut institusi kalian!!! Catat nama-nama pembunuh dan pelaku kekerasan. Mereka akan membayar mahal”, tegas Trump.

Deretan jenazah para demonstran korban penembakkan aparat keamanan Iran di sebuah gudang forensik di dekat Teheran.(@babaktaghvaee1)

 

Tiga sasaran militer

Presiden Trump sebelumnya sudah mempertimbangkan berbagai opsi untuk serangan  militer ke Iran di tengah berlanjutnya protes anti-rezim.

Menurut media Fox News,  Presiden Trump memiliki tiga opsi serangan yang akan membantu para demonstran dan menghancurkan Iran.

Fasilitas produksi rudal, lokasi peluncuran antariksa, dan pabrik drone termasuk di antara target potensial seiring meningkatnya tekanan pada rezim.

Jacqui Heinrich dan Trey Yingst dari Fox News membahas perkembangan terbaru tentang protes anti-rezim di Iran dan manuver apa yang sedang dipertimbangkan Presiden Donald Trump,  sebagai tanggapannya dalam program ‘America Reports’.

Tidak ada yang lebih baik dari Presiden Donald Trump dalam memberikan tekanan maksimal pada Iran.

Saat protes terhadap rezim yang represif dan kejam terus berlanjut, Trump membicarakan opsi militer sebagai cara lain untuk menambah dilema bagi pemerintah Iran.

Militer AS selalu memiliki daftar pilihan target ketika berurusan dengan Iran.

Operasi Midnight Hammer hanya melenyapkan sejumlah fasilitas pengayaan nuklir dan desain senjata tertentu,  untuk menghancurkan kemampuan Iran dalam mengembangkan bom nuklir.

Namun, serangan B-2 pada 22 Juni 2025 tidak menargetkan situs bawah tanah Iran, yang menyembunyikan rudal, peluncur, dan produksi bahan bakar.

“Menyerang mereka pada tingkat yang belum pernah mereka alami sebelumnya”, kata Trump.

Berikut tiga opsi potensial yang mungkin dipertimbangkan Presiden Trump.

 

 

Pangkalan peluru kendali balistik Iran di bawah tanah terletak di dekat pangkalan Bakhtaran di Kermanshah.(@megatron)

 

  1. Produksi rudal 

Iran masih membangun rudal balistik dan mengimpor prekursor bahan bakar roket padat seperti natrium perklorat dari China.

Peta CIA menunjukkan lebih dari dua lusin lokasi di atas dan di bawah tanah di seluruh Iran yang terkait dengan pengujian, pengembangan, produksi, dan penyimpanan rudal.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan pada akhir Desember 2025, Iran sedang berupaya membangun kembali persediaan rudal dan pertahanan udaranya.

Ia mungkin menyampaikan lebih banyak detail selama bertemu dengan Trump di Mar-a-Lago pada 30 Desember.

Iran telah menggunakan ratusan rudal dalam serangan terhadap Israel pada tahun 2024-2025 dan ingin mendapatkan kembali kemampuan untuk menargetkan Israel dengan salvo besar. Itu akan menjadi hal yang buruk.

Pangkalan antariksa Iran di Chabahar.(iranspectator)

 

  1. Fasilitas antariksa

Iran memiliki lebih dari 30 satelit di orbit dan Rusia baru saja meluncurkan tiga satelit lagi untuk mereka pada bulan Desember 2025.

Itu adalah hal terakhir yang AS butuhkan yakni satelit Iran yang nakal.

Lebih buruk lagi, roket peluncuran antariksa Iran mudah digunakan kembali sebagai rudal serang.

Iran meluncurkan rudal balistik tanpa deklarasi dari pelabuhan antariksa Iman Khomenei mereka pada bulan September.

Itu melanggar sanksi PBB. Iran juga membangun fasilitas peluncuran baru di Chabahar, yang  juga masuk dalam daftar pantauan.

Pangkalan drone bawah tanah Iran di Kermanshah.(@megatron)

 

  1. Pabrik drone 

Drone-drone Iran yang terkenal digunakan Rusia untuk menyerang Ukraina dibuat Shahed Aviation Industries, yang sebagian dikelola Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

IRGC juga merupakan operasi bisnis besar. IRGC mendanai terorisme, jadi bisnis drone mereka adalah target militer yang sah. Iran juga memiliki pabrik drone yang didirikan di Rusia.

Setiap opsi yang disampaikan kepada Presiden AS disertai dengan evaluasi ekstensif, tentang cara-cara untuk mencegah kerusakan tambahan atau kematian warga sipil yang tidak disengaja.

Tujuannya, bagaimanapun, adalah untuk menekan rezim Iran.

Semua ini adalah pekerjaan mudah bagi Komando Pusat (Centcom).

AS kini memiliki skuadron pesawat tempur F-15E di Timur Tengah dan baru-baru ini melakukan serangan terhadap target ISIS di Suriah pada hari Sabtu.

Serangan terbaru ke Iran kemungkinan tetap melibatkan tambahan pesawat tempur F-35, F-16, serta pesawat pembom B-2 dan B-1 Angkatan Udara.

Kelompok tersebut akan diperkuat kapal perusak dan kapal selam Angkatan Laut AS,  yang dilengkapi dengan Rudal Jelajah Serangan Darat Tomahawk (TLAM).

 

Reaksi dunia

Perancis, Jerman, dan Inggris Raya,  telah secara terbuka mengecam aktivitas peluncuran rudal luar angkasa Iran yang mencurigakan.

Rudal dari Iran dapat mencapai Eropa Selatan. Karena itu, sistem radar Aegis Ashore di Polandia dan Rumania diaktifkan pada tahun 2023, dirancang untuk melacak rudal yang diluncurkan dari Iran.

Sebagai tindak lanjut dari pengarahan di Gedung Putih, presiden diberi informasi tentang postur pertahanan pasukan AS di Timur Tengah.

Berdasarkan informasi dari Pasukan Antariksa AS, kapal perusak Angkatan Laut AS menggunakan Rudal Standar SM-3 untuk menghancurkan beberapa rudal Iran pada tahun 2024 dan akan siap untuk melakukannya lagi.

Langkah Presiden Trump untuk melakukan serangan militer terbaru, mungkin adalah memastikan kemampuan militer Iran hancur berkeping-keping.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025