Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto. (BP Batam) PRIORITAS, 3/1/2026 (Batam): Kawasan Nagoya, yang dikenal sebagai pusat niaga dan hiburan Batam, bersiap tampil dengan wajah baru. Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai merancang penataan jalur pedestrian sepanjang sekitar 4,7 kilometer, membentang dari Harbour Bay hingga Pakuwon Mall, untuk mewujudkan kawasan ramah pejalan kaki sekaligus destinasi wisata kota.
Langkah awal ditandai dengan survei lapangan yang dipimpin Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, Jumat (2/1/2026). Survei melibatkan lintas instansi, perwakilan pedagang kaki lima (PKL), hingga perbankan guna memetakan persoalan riil di kawasan Nagoya Heritage hingga New Nagoya.
“Nagoya masuk dalam lima Wilayah Pengembangan Prioritas. Survei ini penting agar perencanaan sesuai kondisi lapangan,” ujar Mouris.
Penataan tidak hanya berfokus pada pembangunan trotoar, tetapi juga menciptakan suasana kota yang nyaman untuk berjalan kaki, berwisata, berbelanja, dan menikmati kuliner. Sejumlah ruas akan disiapkan sebagai zona khusus pejalan kaki, dilengkapi kantong parkir serta penataan lalu lintas.
BP Batam menegaskan pendekatan penataan dilakukan tanpa penggusuran. PKL dan UMKM yang sudah ada akan dirapikan dan dikelola lebih baik agar tetap menjadi penggerak ekonomi kawasan.
“Yang sudah ada tidak kami gusur. Kami tata agar lebih rapi dan nyaman,” tegas Mouris.
Pendanaan penataan dirancang melalui skema kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, asosiasi, dan perbankan. Pada tahap awal, BP Batam akan menghidupkan kawasan melalui berbagai kegiatan dan event, termasuk memanfaatkan momentum Imlek dan Idul Fitri, sebelum pembenahan fisik dilakukan bertahap.
Hasil survei mencatat sejumlah persoalan, seperti kondisi pedestrian yang kurang nyaman, minim zebra cross, serta drainase yang perlu diperbaiki. Untuk itu, BP Batam menggandeng Dinas Perhubungan, Dinas Perkim, dan Dinas Pariwisata.
Penataan juga mencakup kawasan Tanjung Pantun, dengan fokus pembenahan kios, sistem pembayaran, serta kebersihan dan keamanan. BP Batam berharap penataan Nagoya tidak hanya mempercantik kota, tetapi membangun kawasan yang lebih tertata, walkable, dan tetap memberi ruang bagi ekonomi rakyat.(P-Jeff K)