Investasi data center Rp500 triliun incar Batam, energi dan air jadi tantangan besar

Sem Muhaling
Kamis, 1 Oktober 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 1/10/26 (Batam): Gelombang investasi pusat data (data center) bakal semakin deras masuk ke Batam, Kepulauan Riau, dalam dua tahun mendatang. Badan Pengusahaan (BP) Batam menyebut potensi investasi yang berkaitan dengan industri tersebut mencapai sekitar Rp500 triliun.


Besarnya potensi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Batam. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan listrik, air, serta infrastruktur pendukung lainnya agar pertumbuhan industri digital tidak lebih cepat daripada kesiapan kebutuhan utilitas.

Investasi data center Batam

Data center. (Ilustrasi/AI)

Investasi data center diprediksi melonjak

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis memperkirakan, perkembangan industri pusat data memasuki fase yang sangat pesat dalam dua tahun ke depan. Ia juga mengatakan, sejumlah investor telah menunjukkan minat dengan nilai investasi yang secara keseluruhan menurut perkiraannya mencapai sekitar Rp500 triliun.

Menurut Fary, pemerintah perlu memanfaatkan peluang tersebut dengan memperkuat ekosistem industri di Batam. Tidak hanya mengharapkan pengembangan pusat data menghasilkan aktivitas ekonomi dari pembangunan fasilitas, tetapi juga mendorong tumbuhnya industri manufaktur dan sektor pendukung berbasis teknologi.


Batam saat ini memiliki sekitar 35 kawasan industri dan 135 kawasan galangan kapal. Keberadaan kawasan-kawasan tersebut menurutnya membuka ruang untuk penerapan teknologi dan sistem informasi yang semakin modern.

Siapkan kebutuhan listrik harus dari hulu

BP Batam mengingatkan agar pembangunan infrastruktur utilitas terlebih dahulu sebelum realisasi investasi dalam skala besar. Ketersediaan listrik menjadi salah satu faktor penting karena operasional pusat data membutuhkan pasokan energi yang besar dan stabil.

Pemetaan BP Batam menunjukkan kapasitas eksisting, komitmen, serta pipeline industri data center di Batam telah mencapai sekitar 1,47 gigawatt (GW) IT. Kebutuhan listrik sektor tersebut menurut perkiraan menjadi salah satu tantangan utama sistem kelistrikan Batam dalam beberapa tahun mendatang.

PLN Batam memproyeksikan beban puncak listrik meningkat dari sekitar 841 megawatt (MW) pada 2026 menjadi 2.540 MW pada 2035. Untuk mengantisipasi pertumbuhan tersebut, daya mampu pasok bakal meningkat hingga 3.691 MW.

Fary menegaskan perhitungan kebutuhan energi harus secara cermat agar pertumbuhan pusat data tidak mengganggu keandalan pasokan listrik yang juga menjadi kebutuhan masyarakat.

Pasokan air juga harus aman

Selain listrik, kebutuhan air menjadi perhatian penting dalam pengembangan industri pusat data. BP Batam menilai pemenuhan kebutuhan air industri harus dirancang dari sisi hulu sehingga tidak menekan sumber air baku yang selama ini digunakan masyarakat.

Salah satu solusi adalah penyiapan penggunaan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut. BP Batam mendorong pusat data yang membutuhkan air dalam jumlah besar untuk memiliki sumber air mandiri melalui teknologi tersebut.

Dari sekitar 10 rencana pengembangan pusat data, satu di antaranya telah beroperasi dan menyambut skema pemenuhan air secara mandiri. Pusat data lainnya juga menerapkan pendekatan serupa.

Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, BP Batam memproyeksikan pembangunan SWRO di kawasan KEK Nongsa dan kawasan industri Kabil akan memberikan tambahan kapasitas produksi air sekitar 750 liter per detik pada tahap awal dan dapat meningkat hingga sekitar 1.000 liter per detik.

Target investasi 2026 Rp70 triliun

Di tengah meningkatnya minat investasi pusat data, BP Batam menargetkan realisasi investasi keseluruhan mencapai Rp70 triliun sepanjang 2026.

Pada triwulan I 2026, realisasi investasi telah mencapai sekitar Rp17,48 triliun, tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. BP Batam memperkirakan realisasi hingga triwulan III dapat mencapai sekitar Rp66 triliun atau 95 persen dari target tahunan.

Fary berharap, peningkatan investasi memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi Batam, mulai dari ekspor-impor hingga belanja pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, pertumbuhan investasi harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur dan utilitas dari hulu. Dengan demikian, masuknya industri pusat data tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga dapat berjalan tanpa mengurangi keandalan layanan dasar bagi masyarakat. (P-*/Ant/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan