Air waduk menyusut, PT Air Batam Hilir pastikan ketersediaan air masih terkendali

Johanes Christiaan
Sabtu, 28 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 28/3/2026 (Batam): Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang mulai berdampak pada penurunan volume air di sejumlah waduk di Kota Batam, termasuk Waduk Muka Kuning. Meski demikian, ketahanan air baku saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Corporate Communication PT Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, menyampaikan bahwa pasokan air untuk masyarakat masih mencukupi, meskipun curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menurun.

“Secara umum ketersediaan air baku masih mencukupi. Namun kondisi ini harus kita jaga bersama, terutama di tengah musim kemarau,” ujarnya.

Batam yang tidak memiliki sumber air alami seperti sungai besar sangat bergantung pada tampungan air hujan di waduk. Penurunan curah hujan secara langsung memengaruhi volume air yang tersedia.

Saat ini, tujuh waduk yang dikelola PT Air Batam Hulu menopang kebutuhan air dengan kapasitas produksi sekitar 4.500 liter per detik yang disalurkan melalui sistem perpipaan terintegrasi.

Ginda menjelaskan, penurunan elevasi muka air waduk masih dalam batas wajar dan terus dipantau secara intensif. Pengelolaan distribusi dilakukan secara terukur melalui kerja sama dengan BP Batam untuk memastikan pasokan tetap optimal.

Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau diprediksi masih berlangsung, namun curah hujan pada April 2026 berpotensi meningkat sehingga dapat membantu menambah cadangan air.

Meski kondisi masih aman, masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak, menghindari pemborosan, serta menyiapkan cadangan air secukupnya. Upaya ini penting untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan di tengah potensi tekanan akibat perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk.

“Ketahanan air bukan hanya tanggung jawab pengelola, tetapi juga seluruh masyarakat,” pungkasnya. (P-Jeff K)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025