Juli 2026, indeks keyakinan konsumen berada pada level optimis

Armin Mandika
Senin, 10 Agustus 2026
EKBIS 0 236
2 menit membaca

PRIORITAS, 10/8/26 (Jakarta): Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 sebagaimana laporan Bank Indonesia (BI) berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 116,8.


“Hasil survei Konsumen Bank Indonesia pada Juli 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (10/8/26).

Adapun keyakinan konsumen yang terjaga pada Juli 2026 ditopang Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada pada level optimis, masing-masing sebesar 107,9 dan 125,7, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya yaitu 109,2 dan 126,4.

Demikian juga data IKE yang tetap optimis ditopang oleh Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) yang tercatat masing-masing sebesar 118,5, 101,1, dan 104,1, meskipun lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya masing-masing sebesar 119,8, 101,8, dan 105,9.


Menurut Denny ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan tetap kuat yang tercermin dari IEK Juli 2026 sebesar 125,7, meskipun lebih rendah dibandingkan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 126,4.

“Tetap kuatnya IEK bersumber dari optimisme ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 133,6, 123,1, dan 120,4,” ucapnya.

Tak hanya itu, BI mencatat bahwa rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) sebesar 72,7 persen pada Juli 2026, relatif stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yakni 73,0 persen.

Sedangkan proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 10,5 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,0 persen.

Adapun proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) tercatat sebesar 16,8 persen, relatif stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu 17,0 persen.(P-*/am)

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan