Nova Widianto tangani ganda campuran, Kabid Binpres PBSI: Mampu bersaing di level tertinggi dunia

Wolter Rumapar
Rabu, 5 Agustus 2026
2 menit membaca

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi (kanan) dan Nita Violina Marwah (kiri) pada babak 32 besar Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). ANTARA FOTO/Fauzan


PRIORITAS, 5/8/26 (Jakarta): Mantan pemain dan pelatih Pelatnas PBSI, Nova Widianto kembali ditunjuk sebagai kepala pelatih ganda campuran pelatnas menggantikan Rionny Mainaky. Ini menjadi kali kedua Nova menangani sektor tersebut setelah sebelumnya mengemban tugas yang sama pada 2021.

“Kami berharap kehadirannya dapat membawa energi baru, meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat daya saing pasangan-pasangan ganda campuran Indonesia, serta mengantarkan mereka meraih prestasi terbaik di berbagai turnamen internasional,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI Eng Hian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (5/8/26).

Nova mengisi posisi yang ditinggalkan Rionny Mainaky setelah PBSI berpisah dengan mantan kepala pelatih ganda campuran tersebut dan asistennya, Amon Sunaryo, pada akhir Juli menyusul evaluasi terhadap program pembinaan sektor tersebut.


Nova kembali ke Pelatnas PBSI setelah mengakhiri masa tugasnya sebagai kepala pelatih ganda campuran tim nasional Malaysia pada akhir Juli. “Nova merupakan sosok yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang sangat baik di sektor ganda, baik sebagai atlet maupun pelatih. Kami berharap kehadirannya dapat membawa energi baru, meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat daya saing pasangan-pasangan ganda campuran Indonesia, serta mengantarkan mereka meraih prestasi terbaik di berbagai turnamen internasional,” ujar Eng Hian.

Regenerasi dan prestasi

Dengan kembalinya Nova ke Pelatnas, PBSI berharap proses regenerasi dan peningkatan prestasi sektor ganda campuran dapat berjalan lebih optimal sehingga Indonesia kembali menjadi salah satu kekuatan utama di panggung bulu tangkis dunia.

Sebagai mantan atlet, Nova merupakan salah satu pemain ganda campuran terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Berpasangan dengan Liliyana Natsir, ia sukses meraih gelar Juara Dunia 2005 dan 2007 serta mempersembahkan medali perak Olimpiade Beijing 2008 di nomor ganda campuran.

Seusai pensiun sebagai pemain, Nova melanjutkan karier sebagai pelatih dan berhasil mencetak sejumlah pasangan berprestasi di level internasional seperti dikutip Antara. Salah satu pencapaian terbaiknya terjadi pada 2024 ketika ia menjadi pelatih pertama yang membawa pasangan ganda campuran Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, meraih gelar juara dunia. (P-*/Ant/wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan