
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud ikut menghadiri apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana menghadapi kris air dan krisis pangan yang diselenggarakan di Markas Kepolisian Resor Kepulauan Talaud. (Nelson Sangadi)PRIORITAS, 5/8/26 (Melonguane, Talaud): Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman fenomena iklim El Nino yang diprediksi berintensitas kuat hingga sangat kuat di Sulawesi Utara. Komitmen tersebut terwujud dalam apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana di Markas Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Talaud, Selasa (4/8).
Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Dwi Yatmoko, S.TP., S.I.K., M.I.K., memimpin apel dan membacakan amanat Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H.
Kegiatan itu menghadirkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pimpinan tinggi pratama Pemkab Talaud, serta personel TNI dan Polri. Hal itu sebagai bentuk kesiapan bersama menghadapi potensi bencana akibat musim kemarau panjang.


Kapolres Talaud AKBP Dwi Yatmoko, S.TP., S.I.K., M.I.K memimpin apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana menghadapi krisis air dan krisis pangan di Markas Kepolisian Resor Kepulauan Talaud. (Nelson Sangadi)
Dalam amanatnya, Kapolda Sulut menyampaikan, berdasarkan data BMKG, Sulawesi Utara mulai memasuki fase kritis akibat penurunan curah hujan yang signifikan.
Kondisi tersebut berpotensi memicu kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), berkurangnya ketersediaan air bersih, hingga mengganggu ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat.
“Hari ini kita melaksanakan apel bukan sekadar bersiap menghadapi potensi, melainkan menghadapi realitas. Tanggap bencana El Nino menuntut kerja kolektif, cepat, dan presisi. Kita harus menggeser paradigma dari yang semula responsif menjadi mitigasi preventif secara masif,” kata Kapolda dalam amanatnya.
Untuk mengantisipasi dampak El Nino, pemerintah bersama aparat keamanan akan menjalankan sejumlah langkah strategis sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

Langkah tersebut meliputi:
Melalui keikutsertaannya dalam apel tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud menegaskan komitmen memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan.
Pemkab menilai, untuk melakunan penanganan dampak El Nino tidak bisa hanya oleh satu instansi, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.
Dalam rilis resminya, Pemkab Talaud menegaskan harapannya agar kolaborasi tersebut mampu menekan risiko bencana, menjaga ketahanan pangan, menjamin ketersediaan air bersih, serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.
Pemkab Talaud juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mitigasi bencana dengan menghemat penggunaan air bersih serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan maupun lahan.
Dengan kesiapan sumber daya manusia, dukungan lintas instansi, dan koordinasi yang semakin solid, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud optimistis mampu menghadapi dampak El Nino sekaligus meminimalkan gangguan terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat di Bumi Porodisa.
El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang memengaruhi pola cuaca global. Di Indonesia, fenomena ini umumnya menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan sehingga meningkatkan risiko kekeringan berkepanjangan, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air bersih. (P. Nelson Sangadi)

