27.2 C
Jakarta
Sunday, May 19, 2024

    Kopassus: Sejarah, Prestasi dan peran awal Kolonel Alex Kawilarang

    Terkait

    PRIORITAS, 16/4/24 (Jakarta): Setiap negara memiliki satu kesatuan khusus yang performanya terbilang elite. Indonesia pun punya. Namanya kini Kopassus.

    Siapa yang tidak kenal Komando Pasukan Khusus (Kopassus), pasukan elite Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD)?

    Kopassus memiliki berbagai keunggulan dibanding tentara pada umumnya, baik dari sisi taktik, strategi tempur, hingga anggotanya yang terampil di segala medan pertempuran.

    Sejarah Kopassus

    Sejarah panjang Kopassus dimulai pada bulan Juli 1950. Pada saat itu timbul pemberontakan di Republik Maluku Selatan (RMS). Pimpinan Angkatan Perang saat itu segera mengerahkan pasukan untuk menumpas gerombolan tersebut. Operasi ini dipimpin langsung oleh Panglima Tentara Teritorium III Kolonel Alex E Kawilarang. Sedangkan sebagai komandan operasinya ditunjuk Letkol Slamet Riyadi.

    Operasi ini memang berhasil menumpas gerakan pemberontakan, tetapi, harus dibayar korban yang tidak sedikit di pihak TNI. Sesudah dikaji, ternyata dalam beberapa pertempuran, musuh dengan kekuatan relatif lebih kecil mampu menggagalkan serangan TNI yang kekuatan jauh lebih besar.

    Hal ini ternyata bukan hanya disebabkan oleh semangat anggota pasukan musuh yang lebih tinggi atau perlengkapan yang lebih lengkap. Namun, karena taktik dan pengalaman tempur yang baik didukung kemampuan tembak tepat dan gerakan perorangan.

    Peristiwa inilah yang akhirnya melandasi Kolonel Al3x Kawilarang dan Letkol Slamet Riyadi untuk mempelopori pembentukan suatu satuan pemukul yang dapat digerakan secara cepat dan tepat menghadapi berbagai sasaran di medan yang beratnya. Sesudah gugurnya Letkol Slamet Riyadi pada salah satu pertempuran di sekitar kota Ambon, gagasan mereja selanjutnya dilanjutkan oleh Kolonel Alex Kawilarang.

    Melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorium III No.55/Instr/PDS/52 tanggal 16 April 1952 terbentuklah KESATUAN KOMANDO TERITORIUM III yang merupakan cikal bakal Korps Baret Merah. Dasar inilah yang menjadikan tanggal 16 April diperingati sebagai ulang tahun Kopassus.

    Dalam perjalanan selanjutnya, satuan ini beberapa kali mengalami perubahan nama, di antaranya Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD) pada tahun 1953, Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) pada tahun 1952, selanjutnya pada tahun 1955 berubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

    Pada tahun 1966 satuan ini kembali berganti nama menjadi Pusat Pasukan Khusus TNI-AD (PUSPASUS TNI-AD). Berikutnya pada tahun 1971 nama satuan ini berganti menjadi Komando Pasukan Sandhi Yudha (KOPASSANDHA). Pada tahun 1985 satuan ini berganti nama menjadi Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) sampai dengan sekarang.

    Seiring perkembangannya, Kopassus berkembang menjadi pasukan khusus yang disegani di dunia. Kopassus terkenal dengan kemampuannya dalam operasi antiteror, pembebasan sandera, infiltrasi, dan pengintaian.

    Prestasi Kopassus dari Masa ke Masa

    Kopassus telah menorehkan berbagai prestasi gemilang sepanjang sejarahnya. Berikut beberapa prestasinya, sebagaimana dilansir BeritaSatu.com dan ANTARA:

    • 1962: Penugasan dalam Operasi Trikora untuk membebaskan Irian Barat dari Belanda.
    • 1965: Operasi pemberantasan PKI di berbagai daerah di Indonesia.
    • 1975: Penugasan dalam Operasi Seroja untuk merebut Timor Timur dari Portugal.
    • 1981: Pembebasan 57 sandera dalam drama pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla oleh Komando Jihad.
    • 1993: Penugasan dalam misi perdamaian PBB di Kamboja (UNTAC).
    • 1996: Pembebasan sandera di Mapenduma, Papua, dari kelompok OPM.
    • 1997: Keberhasilan mendaki puncak gunung everest.
    • 1999: Penugasan dalam misi perdamaian PBB di Timor Timur (UNTAET).
    • 2004: Operasi menumpas Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh
    • 2009: Penugasan dalam misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
    • 2016: Operasi menumpas kelompok teroris di Poso, Sulawesi Tengah.

    Penghargaan Kopassus

    Kopassus menerima penghargaan dari Presiden Soeharto atas keberhasilannya dalam operasi pembebasan sandera di Mapenduma, Papua. Kopassus juga menerima penghargaan dari Panglima TNI atas keberhasilannya dalam operasi pembebasan sandera di Aceh. Selain itu, Kopassus menerima penghargaan dari Kepala Staf Angkatan Darat atas keberhasilannya dalam operasi pembebasan sandera di Papua.

    Sebagai satuan elite tempur, Kopassus juga rutin mengikuti latihan bersama dengan pasukan elite dari negara lain, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Kopassus juga aktif dalam misi-misi perdamaian PBB, seperti di Kamboja, Lebanon, dan Bosnia Herzegovina. (P-BS/ANT/jr) — foto ilustrasi istimewa

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini