
Port of Los Angeles Aerial. (Courtesy Port of Los Angeles Photo Gallery)PRIORITAS, 5/8/26 (Jakarta): Modernisasi pelabuhan dan infrastruktur maritim di Indonesia mendapat perhatian khusus Amerika Serikat (AS), karena dianggap semakin mendesak dilakukan. Terkait itu, AS meningkatkan upaya memperluas kerja sama dengan Indonesia di sektor maritim tersebutmelalui program modernisasi pelabuhan. Dan Badan Perdagangan dan Pembangunan Amerika Serikat (USTDA) membawa delegasi pemimpin sektor pelabuhan dan maritim Indonesia ke AS untuk menjajaki peluang investasi sekaligus memperkenalkan berbagai teknologi terbaru di sana.


San Pedro Bay Port Complex Aerial.
(Courtesy Port of Los Angeles Photo Gallery)
Dalam pernyataan resmi Kedutaan Besar AS di Jakarta, Selasa (4/7/26) kemarin, program yang berlangsung pada 1-14 Agustus itu diikuti 18 delegasi yang terdiri dari pejabat pemerintah dan pelaku industri. Mereka dijadwalkan mengunjungi Washington DC, Houston (Texas), dan Los Angeles (California).
Menyaksikan demonstrasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi
Dalam kunjungan itu, delegasi akan bertemu dengan berbagai perusahaan AS dan menyaksikan demonstrasi teknologi yang ditawarkan untuk meningkatkan efisiensi pelabuhan Indonesia.

Adapun teknologi tersebut mencakup modernisasi infrastruktur, digitalisasi rantai pasok, peningkatan logistik maritim, integrasi pelabuhan dengan kawasan industri, hingga solusi keamanan siber.
Tinjau operasional Pelabuhan Baltimore, Houston, LA
Selain itu, delegasi Indonesia juga akan meninjau langsung operasional Pelabuhan Baltimore, Houston, dan Los Angeles. Ini untuk melihat implementasi teknologi tersebut sekaligus berdiskusi dengan otoritas pelabuhan setempat.

Southern View Aerial. (Courtesy Port of Los Angeles Photo Gallery)
Menjadi bagian dari agenda, USTDA menggelar sesi business matchmaking di Washington pada 4 Agustus. Forum tersebut mempertemukan perusahaan-perusahaan AS dengan delegasi Indonesia guna membahas peluang komersial di sektor pelabuhan dan mempresentasikan berbagai solusi teknologi yang dapat diterapkan di Indonesia.
Kebutuhan modernisasi pelabuhan Indonesia semakin mendesak
Di samping itu, USTDA menyatakan, kebutuhan modernisasi pelabuhan Indonesia semakin mendesak. Hal tersebut penting, demikian lansiran CNBC Indonesia, seiring meningkatnya volume perdagangan yang memberikan tekanan terhadap kapasitas infrastruktur logistik nasional.
“Indonesia saat ini tengah mencari berbagai teknologi guna meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan, memperkuat ketahanan rantai pasok, sekaligus mentransformasi sektor maritim menjadi pusat logistik yang terintegrasi secara global.”
“Melalui program ini, Amerika Serikat menilai perusahaan-perusahaannya berada pada posisi yang tepat untuk menyediakan berbagai solusi modernisasi, mulai dari otomatisasi, digitalisasi, hingga sistem keamanan siber yang mendukung operasional pelabuhan masa depan,” demikian USTDA meyakinkan. (P-*/jr)

