PRIORITAS, 25/8/26 (Jakarta): Indonesia memiliki dua pameran otomotif besar yang rutin menjadi perhatian masyarakat, yakni Indonesia International Motor Show (IIMS) dan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Keduanya sama-sama menghadirkan kendaraan terbaru, teknologi otomotif, hingga berbagai program bagi pengunjung. Meski terlihat serupa, IIMS dan GIIAS memiliki perbedaan dari sisi penyelenggara, fokus pameran, peserta, hingga konsep acara.
Perbedaan paling mendasar terletak pada pihak penyelenggara. IIMS digelar Dyandra Promosindo, sedangkan GIIAS diselenggarakan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) bersama Seven Event. Perbedaan penyelenggara turut membentuk karakter masing-masing pameran, terutama dari sisi peserta dan konsep acara.
Dari sisi lokasi, IIMS identik dengan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat. Sementara itu, GIIAS dikenal melalui penyelenggaraannya di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang. Kedua lokasi tersebut menjadi pusat berbagai kegiatan, mulai dari pameran kendaraan hingga aktivitas pendukung.
IIMS cenderung mengusung konsep lebih meriah dengan memadukan otomotif, hiburan, dan gaya hidup. Selain mobil dan sepeda motor, pengunjung dapat menemukan area aftermarket, aksesori, komunitas, kendaraan modifikasi, hingga aktivitas test drive dan test ride.
IIMS juga menghadirkan berbagai program hiburan sebagai bagian dari pengalaman pengunjung. Konsep tersebut membuat IIMS tidak hanya menjadi tempat melihat kendaraan terbaru, tetapi juga menjadi ajang bagi masyarakat untuk menikmati berbagai aktivitas dalam satu lokasi.
GIIAS fokus industri otomotif
Sementara itu, GIIAS lebih kuat menonjolkan perkembangan industri, inovasi teknologi, serta produk terbaru dari produsen otomotif. Pameran ini kerap menjadi panggung peluncuran model baru, kendaraan konsep, teknologi elektrifikasi, hingga inovasi dari berbagai merek otomotif.
Karakter tersebut membuat GIIAS menjadi salah satu ajang penting untuk melihat arah perkembangan industri otomotif Indonesia. Pengunjung juga dapat melihat berbagai teknologi baru, terutama perkembangan kendaraan listrik dan inovasi mobilitas masa depan.
Perbedaan juga terlihat dari komposisi peserta. GIIAS memiliki keterkaitan erat dengan produsen kendaraan dan anggota GAIKINDO, termasuk merek mobil penumpang serta kendaraan komersial.

Sementara IIMS mempunyai cakupan peserta lebih beragam, mulai dari produsen mobil dan sepeda motor hingga importir, dealer, perusahaan aksesori, industri aftermarket, komponen, pembiayaan, serta komunitas otomotif.
Mana yang cocok untuk pengunjung?
Bagi pengunjung, pilihan antara IIMS dan GIIAS bergantung pada tujuan kunjungan. Jika ingin menikmati suasana pameran lebih interaktif sekaligus mencari promo, aksesori, modifikasi, dan hiburan otomotif, IIMS dapat menjadi pilihan menarik.
Sebaliknya, masyarakat ingin melihat peluncuran kendaraan terbaru, teknologi mutakhir, mobil konsep, serta perkembangan industri otomotif dapat mempertimbangkan GIIAS. Meski mempunyai pendekatan berbeda, keduanya tetap menjadi ruang penting untuk mempertemukan produsen, pelaku industri, dan konsumen.
Dengan demikian, IIMS dan GIIAS bukan sekadar dua pameran otomotif dengan nama berbeda. IIMS lebih menonjolkan pengalaman pengunjung melalui perpaduan otomotif dan hiburan, sedangkan GIIAS memiliki karakter lebih kuat sebagai etalase industri dan teknologi otomotif. Kedua ajang tersebut sama-sama menjadi momentum penting bagi merek otomotif untuk memperkenalkan produk, membangun citra, serta menjangkau konsumen Indonesia. (P-*r/Zamir Ambia)








