Lompat ke konten
Rabu, 14 Oktober 2026
Breaking
DAERAH

PLN Batam Resmi Angkat Bicara : Kami Akan Lakukan Investigasi Lanjutan !

Giovanni Riung2 menit baca
Bagikan
PLN Batam Resmi Angkat Bicara : Kami Akan Lakukan Investigasi Lanjutan !
​Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono (Boly/Istimewa).

PRIORITAS, 13/10/26 (Batam):Β  Pasokan listrik di Kota Batam, Kepulauan Riau, resmi kembali pulih 100 persen usai mengalami pemadaman total (blackout). Pasalnya, gangguan sistemik tersebut melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat sejak Senin (12/10/2026) pukul 06.37 WIB.

Manajemen PT PLN Batam menyatakan indikasi awal pemadaman berasal dari masuknya hewan liar di Gardu Induk Sungai Harapan.

Intrusi satwa tersebut memicu efek domino (cascade blackout) pada jaringan transmisi dan distribusi. Pemadaman mendadak di jam sibuk ini menghentikan lini produksi pabrik, mematikan lampu lalu lintas, serta mengganggu pelayanan publik.

"Pemulihan dilakukan melalui tahapan teknis yang terukur, mulai dari pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, hingga penormalan jaringan transmisi dan distribusi. Seluruh proses kami laksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keandalan sistem," kata Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, Selasa (13/10/2026).

Skema Kompensasi Otomatis Diproses Berdasarkan Peraturan Gubernur Kepri

Selanjutnya, pihak PLN Batam menyiapkan skema kompensasi atas terlampauinya Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA). Pemotongan tagihan listrik ini mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017.

Pelanggan reguler berhak menerima kompensasi sebesar 10 persen dari biaya beban bulanan.

Sementara itu, pelanggan layanan keandalan khusus akan memperoleh kompensasi 15 hingga 25 persen dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL). Pengurangan biaya ini akan berlaku secara otomatis pada tagihan listrik periode berikutnya tanpa klaim manual.

"Kompensasi akan diberikan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya, tanpa perlu pengajuan klaim dari pelanggan," ujar Rudi.

Masyarakat Dan Pelaku Industri Menunggu Hasil Investigasi Resmi Dan Audit Sistem

Sementara itu, sejumlah pihak menilai nilai kompensasi tersebut tidak sebanding dengan kerugian materiil akibat pemadaman berjam-jam. Dampak blackout melanda sektor industri manufaktur, usaha mikro, serta peralatan elektronik rumah tangga milik warga.

Hingga saat ini, PLN Batam belum merilis hasil investigasi resmi secara mendalam mengenai penyebab pasti gangguan.

Oleh sebab itu, publik bersama pelaku industri meminta pelaksanaan audit independen terhadap keandalan jaringan kelistrikan Batam. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah berulangnya pemadaman massal dengan alasan gangguan hewan liar di masa mendatang. (P-Boly)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami