Produksi Toyota Veloz Hybrid di Indonesia capai 15.737 unit

Herling Tumbel
Rabu, 30 September 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 30/9/26 (Karawang, Jabar): PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengumumkan total produksi mobil Toyota Veloz Hybrid (HEV) telah mencapai 15.737 unit hingga akhir Agustus 2026. Angka tersebut dihitung sejak awal dimulainya produksi lini kendaraan ramah lingkungan tersebut.


Diketahui, produksi lokal pertama dan peluncuran global (world premiere) Toyota Veloz Hybrid di Indonesia dimulai pada 21 November 2025 di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, dengan pengiriman unit ke konsumen mulai Februari 2026.

“Untuk Veloz HEV, dari awal produksi hingga akhir bulan Agustus, kami sudah memproduksi sebanyak 15.737 unit. Untuk proyeksi produksi Toyota Indonesia ke depan tentunya kami berharap bisa terus bertumbuh,” kata Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya, di Jakarta, Selasa (29/9/26).

Nyoman menjelaskan, kapasitas produksi model hibrida ini bersifat fleksibel karena TMMIN selalu berusaha menyesuaikan kemampuan pabrik dengan fluktuasi permintaan dari konsumen.


Fokus pasar domestik

Meskipun angka produksinya cukup besar, TMMIN menegaskan belum berencana mengekspor Toyota Veloz Hybrid. Saat ini, perusahaan masih memilih untuk fokus memenuhi kebutuhan pasar otomotif di dalam negeri. Namun, peluang ekspor ke depan tetap terbuka lebar dengan mempertimbangkan karakteristik dan permintaan di pasar global.

Guna mendukung kelancaran produksi kendaraan elektrik ini, TMMIN juga tengah merencanakan pengembangan infrastruktur komponen lokal.

Disebutkan, saat ini lokasi produksi baterai HEV masih dipusatkan di Plant 2 TMMIN. Sementara untuk rencana peningkatan, TMMIN sedang melakukan studi pengembangan HEV Battery Production Line di Plant 1 untuk meningkatkan kapasitas produksi baterai ke depannya.

Target TKDN 60 persen

TMMIN tidak menampik adanya tantangan berupa penurunan penjualan di pasar domestik yang berdampak pada rantai pasok (supply chain). Prioritas utama perusahaan saat ini adalah menjaga keberlangsungan ekosistem otomotif dan para pemasok (supplier) lokal agar tenaga kerja di dalamnya tetap terjaga.

Mengenai target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen yang ditetapkan oleh pemerintah, Nyoman menyatakan bahwa TMMIN masih terus melakukan kajian mendalam.

Pihaknya aktif berdiskusi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk melihat kesiapan ekosistem industri sebelum memenuhi target tersebut. (P/Ant/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan